Aku tak kenal Ibu

Aku tak kenal Ibu

Aku tak kenal Ibu

Dulu, aku selalu berpikir Ibu hanya sayang pada adikku. Yang kutahu, hanya Ayah yang menyayangiku. Aku sering merasa cinta Ibu hanya terpaut pada anak bungsunya hingga lupa bahwa aku juga adalah anaknya. Perhatiannya tersita penuh untuk mengurus adik kecil itu. Hingga sering kurasa aku seperti tidak kenal siapa dan mahluk seperti apa Ibu itu?

Pertanyaan seperti, kenapa ibu tidak sayang aku? Apa aku ini bukan anak ibu? Sering kali membuat sesak dalam dada kala itu. Hanya saja, sering kali tanya itu enyah ketika Ayah berkata bahwa sebenarnya Ibu juga sayang padaku. Yaa.. gusar itu selalu memudar ketika dekapan Ayah menemani tidurku. Ayah selalu cerita bagaimana sayang dan cintanya Ibu saat aku terlahir ke dunia ini, hingga membuatku bingung apakah yang Ayah ceritakan itu adalah Ibuku yang ku lihat saat ini? Ibu yang dalam pikirku tidak menyayangiku dan hanya cinta pada adik kecil itu.

Hingga waktupun yang menjawab tanya itu. Jawaban yang kudapatkan ketika satu-satunya tempatku bertaut bertemu maut. Tangisan dan pelukan Ibu dimakam Ayahku kala itu, menyadarkanku bahwa Ibu juga sayang aku. Tatapan dan hatinya berbicara bagaimana Ibu menyimpan sakit dan rasa bersalahnya.

Melewati hari-hari tanpa almarhum, dan melihat Ibu memainkan peran orang tua tunggal karena ditinggal meninggal makin menyadarkanku ternyata selama ini aku salah menilai Ibu. Ternyata, dengan cara berbeda Ibu menyayangiku. Dan, yang dulu aku dengar dari Ayah adalah benar.  Hanya saja, banyak hal yang belum aku kenal dari Ibu.

Kini, aku kenal betul siapa Ibuku. Bagiku, Ibu adalah mahluk yang selalu pintar menyembunyikan beban yang tak ringan. Mahluk yang tak pernah lelah menjaga anaknya lewat do'a sepertiga malamnya. Yang mengajarkanku, apa itu arti rasa sabar. Yang selalu mengenalkanku, pada ALLAH Yang Maha Besar.

Bu, maafkan anakmu yang tak kenal baik bagaimana Ibu. Maafkan anakmu yang selalu salah dalam menilaimu. Kini baru kusadari, tak ada satupun Ibu yang tak menyayangi dan mencintai anaknya sendiri. Yang ada, hanyalah anak yang tak kenal bagaimana cara Ibunya mencintainya.