Apa itu Sutradara?

Di dalam dunia seni pertunjukan baik teater maupun film pasti memerlukan sutradara sebagai pengarah-pengatur terhadap para pemainnya agar pertunjukan bisa tercapai dengan maksimal.

Apa itu Sutradara?

Di dalam dunia seni pertunjukan baik teater maupun film pasti memerlukan sutradara sebagai pengarah-pengatur terhadap para pemainnya agar pertunjukan bisa tercapai dengan maksimal. Untuk itu, tulisan Saya kali ini akan membahas mengenai Sutradara dengan Penyutradaraan didalam seni pertunjukan teater. Ya lebih khusus ke teater. Baik, langsung saja. Whats sutradara?, apa itu sutradara?.

Sutradara merupakan orang yang bertanggung jawab untuk mengarahkan visi atau tujuan sebuah pertunjukan. Didalam pertunjukan yakni di atas panggung memiliki pendukung untuk terciptanya pertunjukan yang menarik, pendukung tersebut dikenal dengan Artistik yang didalamnya: (Musik/Suara, Lighting/pencahayaan, Penata Busana/Rias, Setting/Penata Panggung). Artistik merupakan Unsur kreasi seni sebagai pendukung pementasan yang menjadikan panggung lebih hidup dan menarik/sesuatu pendukung yang berkaitan dengan emosi, ekspresi. Oleh karena itu, selain bertanggung jawab terhadap para pemeran, sutradara juga bertanggung jawab terhadap unsur-unsur yang mendukung tersebut (Artistik). Sutradara bertanggung jawab mengatur dan mengarahkan tim-tim yang ada di artistik sesuai dengan konsep pertunjukan. Lebih lanjut, untuk mengatur dan mengarahkan para pemeran beserta tim-tim artistik, sutradara harus mempunyai metode dalam mengarahkan pertunjukan teater, dalam hal ini disebut dengan Penyutradaraan. Didalam tulisan Saya ini hanya membahas 2 metode yang Saya istilahkan jika dalam sistem pemerintahan dengan metode Diktatorian dan Demokrasi.

Secara sederhana penyutradaraan merupakan cara atau metode dalam mengarahkan pertunjukan teater. Metode itu sendiri diantaranya:

Sutradara menampilkan idenya melalui aktor dan aktris. Sutradara mengatur semua yang berkaitan dengan pemeranan oleh aktor dan aktrisnya maupun artistik. Ini yang saya istilahkan dengan diktatorian.

Aktor dan aktris berperan sebagai pencipta dalam teater, begitupula dengan tim-tim artistik. Jadi disini, aktor dan aktris beserta artistik bebas mengekspresikan dirinya sesuai dengan naskah yang di bawakan. Namun, jika dirasa kurang enak, sutradara akan memperbaikinya. Ini saya istilahkan dengan metode demokrasi.

Selanjutnya, fungsi sutradradara:

  1. Melakukan penafsiran terhadap naskah drama
  2. Memilih para pemeran
  3. Bekerja sama dengan penulis naskah, tim artistik maupun pimpro
  4. Memimpin latihan para pemeran

Dalam menjadi sutradara diharapkan telah menguasai yang ada dalam naskah yang dibawakan baik secara tersirat maupun tersurat. Artinya, sebelum memilih para pemeran, sutradara lebih jauh mengetahui isi dari naskah tersebut.