Berkomunikasilah secara Sederhana

Tujuan utama dari komunikasi adalah maksud dari pesan yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik,bukan sebagai ajang pamer tingkat pendidikan melalui bahasa yang terlalu akademis.

Berkomunikasilah secara Sederhana

pixabay.com

Manusia hidup sebagai makhluk sosial adalah sesuatu hal yang sering terdengar oleh telinga kita. Hal ini pertama kali diungkapkan oleh salah seorang filsuf asal Yunani,Aristoteles. Dengan statusnya sebagai makhluk sosial,manusia pasti membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupannya dan senantiasa berkomunikasi dengan orang lain. Dengan berkomunikasi inilah manusia terus memelihara kehidupannya sehingga komunikasi menjadi sesuatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Ditinjau dari berbagai literatur sejarah, komunikasi yang dilakukan oleh manusia sudah berlangsung sejak zaman prasejarah. Pada zaman prasejarah, manusia berkomunikasi dengan menggunakan dinding-dinding gua yang dilukis dengan simbol-simbol tertentu dan simbol-simbol tersebut mengandung makan yang bisa dipahami oleh sesamanya saja.

Manusia mulai mengenal tulisan sekitar tahun 3000 SM. Pada masa itu tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria yang dibuktikan dengan penemuan simbol-simbol yang dibentuk dari piktografi sebagai suatu huruf. Piktografi ini setelah diidentifikasi mempunyai bentuk bunyi dan mampu menjadi kalimat,kata,dan bahasa. Selain bangsa Sumeria yang sudah mengenal huruf ada juga bangsa Mesir Kuno yang terkenal dengan huruf hieroglif dan pada akhirnya bangsa Cina berhasil menemukan kertas. Setelah itu, manusia mulai berkomunikasi dengan sesamanya melalui berbagai tulisan dan juga berkomunikasi secara langsung kepada sesamanya dengan berbagai bahasa. Hal-hal tersebut menujukkan bahwa komunikasi menjadi sesuatu hal yang penting bagi kehidupan manusia dan dari terjadinya komunikasi inilah kehidupan manusia terus terjaga dan terpelihara hingga saat ini.

Komunikasi menurut KBBI berarti pengiriman dan penerimaan pesan antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.Komunikasi yang terjadi pada manusia memilikki banyak tujuan,salah satunya adalah untuk memecahkan suatu permasalahan.Melihat pengertian dan tujuan dari berkomunikasi dapat ditarik suatu benang merah yaitu komunikasi yang terjadi pada manusia harus bisa dipahami oleh semua pihak,baik pemberi pesan dan penerima pesan.Walaupun begitu,yang banyak terjadi saat ini adalah komunikasi yang hanya dipahami oleh salah satu pihak saja,yaitu pemberi pesan.Pemberi pesan atau biasa disebut dengan komunikator seringkali dalam berkomunikasi menggunakan bahasa yang terlalu ‘tinggi’ dan tidak dipahami oleh penerima pesan atau disebut juga dengan komunikan.Terjadinya masalah ini seringkali mengakibatkan pesan yang akan disampaikan tidak terpahami dengan baik dan cenderung menghasilkan kesalahpahaman serta apa yang diharapkan dari disampaikannya pesan tersebut tidak terwujud.

Permasalahan ini seringkali terjadi pada pihak komunikator dan komunikan yang memilikki perbedaan tingkat pendidikan.Dengan adanya perbedaan tingkat pendidikan ini seringkali mengakibatkan pesan yang akan disampaikan tidak tersampaikan dengan baik karena bahasa yang digunakan dalam mengirim pesan kadang terlalu akademis atau terlalu ‘tinggi’ sehingga tidak dipahami dengan baik oleh orang awam.Sebagai contohnya adalah seorang aktivis yang selalu menggaungkan kata-kata lawan kapitalisme dan bangkitkan ekonomi sosialis di Indonesia serta tumbangkan oligarki dan hegemoni kekuasaan di Indonesia–serta berbagai bahasa yang menurut saya terlalu ‘tinggi’ dan akademis bagi orang awam.Mungkin kata-kata tersebut bagi orang-orang yang mengenyam pendidikan tinggi tidak menjadi masalah dan maksud yang disampaikan pun tertangkap dengan baik.Namun,pesan ini jika disampaikan pada orang-orang awam hanya akan menjadi sebuah angin lalu dan dianggap sebagai sebuah omong kosong.Hal ini terjadi karena orang-orang awam ini tidak mengerti dengan apa yang sedang dibicarakan oleh aktivis tersebut.

Saya mengerti dengan apa yang disampaikan oleh aktivis tersebut memilikki maksud yang baik untuk menggerakan roda perekonomian masyarakat, tetapi para aktivis ini tidak tepat jika menggunakan kata-kata tersebut bagi orang-orang yang awam. Seharusnya para aktivis ini menggunakan kata-kata dan kalimat yang lebih sederhana,seperti ayo kita bantu para pedagang kecil yang ada di sekitar kita dengan membeli dagangannya,dengan kita membeli dagangan mereka berarti kita sama saja membantu anak-anak mereka untuk terus bersekolah dan bangsa ini tidak akan kehilangan masa depannya.Dengan kalimat tersebut saya jamin pasti maksud yang ingin disampaikan akan tersampaikan dengan baik.

Permasalahan penyampaian pesan dengan bahasa yang terlalu ‘tinggi’ atau akademis juga banyak terjadi pada pejabat publik.Seringkali dalam memberikan pernyataan,para pejabat publik menggunakan bahasa yang sukar dipahami oleh orang awam sehingga maksud dari pesan yang disampaikan tidak tertangkap dengan baik oleh orang-orang yang masih awam.Dengan melihat hal-hal tersebut sudah semestinya dalam berkomunikasi dengan khalayak umum,harus menggunakan kata-kata yang umum dan lebih dimengerti oleh orang awam sekalipun.Mengingat tujuan utama dari komunikasi adalah maksud dari pesan yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik,bukan sebagai ajang pamer tingkat pendidikan melalui bahasa yang terlalu akademis.

Melihat tujuan utama dari berkomunikasi,khususnya dalam pemecahan suatu masalah.Sudah semestinya kita menggunakan kata-kata yang lebih sederhana dan lebih dimengerti oleh banyak orang.Dengan menggunakan kata-kata yang sederhana serta tidak neko-neko maka maksud dari pesan tersebut akan tersampaikan dengan baik.Selain itu,dengan menggunakan kata-kata yang lebih sederhana dalam berkomunikasi dapat mencegah munculnya masalah baru dari kesalahpahaman yang terjadi antara pengirim dan penerima pesan.Jadi,sudah semestinya dalam berkomunikasi gunakanlah kata-kata yang sederhana dan lebih dimengerti oleh banyak orang.