COD dan PHP

COD dan PHP
 
Belakangan ini, COD menjadi begitu marak sebagai solusi transaksi. Beli daging COD, beli buah COD, beli beras COD, beli bensin COD (dari dululah ????).
Akupun berusaha mengikuti arus gelombang COD ini demi bisa bersaing merebut hari pelanggan (semoga ga harus bersaing juga merebut hati kamu).
Aku punya beberapa pengalaman tidak menyenangkan tentang COD ini. Kejadiannya bertahun-tahun lalu. Saat itu, adik temanku ingin beli hijab, tapi minta COD di jl Kaliurang karena kampusnya di UII atas. Mana mungkin aku menolak? Aku terlalu sungkan, dia kan adik temanku. Ya sudahlah, sore itu kami janjian di Jl. Kaliurang. Tepatnya di Kalimilk, sebuah resto yang menjual susu aneka varian rasa. Karena jam sore, otomatis aku harus membawa rombongan sirkus anak-anak yang wajib ditenangkan dengan makanan hehehe.
Saat itu, langit memang sudah mendung. Dan benar saja, begitu sampai tujuan mulai gerimis. Setelah duduk dan menulis pesanan, aku WA adek temanku itu.
"Dek, kami sudah di kalimilk ya"
"Oh iya mba, sebentar ya aku nunggu motor"
"Iya gpp, aku juga masih pesan minum. Ditunggu yaa"
30 menit berlalu, anak-anakku mulai heboh berlarian kesana kemari.
Aku chat lagilah pelanggan tersebut, karena sebentar lagi anak-anak pasti mulai bosan.
"Dek, sudah otw? sampai mana?"
Cukup lama aku menunggu jawaban sampai akhirnya kuputuskan untuk menelpon.
"Mba maaf ya.. disini hujan deras, aku ga punya jas hujan" suara diseberang sana terlihat menyesal
Aku menghitung mundur, 3... 2... 1... sambil ambil nafas dalam2. Lalu berkata
"Oh gitu, ya sudah aku pulang ya"
Setelah basa basi permintaan maaf kututup telpon, jujur dengan sedikit gusar. Eh banyak gusar ding.
Kuletakkan hape ku sembarangan di meja sambil menyambar dompetku untuk ke kasir membayar bill.
"Loh, hp mama mana?" tanyaku sekembalinya dari kasir pada anak sulungku yang asyik main game dengan hape miliknya.
"Ga tau ma, kan tadi mama pake" jawabnya tanpa menoleh
"Diambil adik nggak?" tanyaku lagi sambil mengaduk2 tas
"Nggak tau ma.." jawabnya lagi masih dengan sibuk
Duh.. rasanya sudah ada tenaga listrik 20rb volt yang siap kulepaskan saat itu. Saat aku merasa menginjak sesuatu yang licin dan menimbulkan bunyi "krek .. krek.. "
Aku melihat ke bawah sambil mengangkat sedikit sepatuku untuk melihat apa yg aku injak.
Dan..
Hpku terkapar tak berdaya, terhimpit diantara sol sepatuku dan kaki kursi dr besi.
Layarnya retak parah, hancur tepatnya, sampai sama sekali tidak ada gambar yang muncul.
Aku berusaha menghitung mundur lagi, tapi percuma kali ini. Aku sudah tidak tahan untuk meledak.
Percayalah.. di PHP itu nyesek, apalagi kalau kita tekor banyak.