FOKUS DAN SUGESTI

FOKUS DAN SUGESTI
sumber: freepik.com

Suatu waktu, kami sekeluarga berkesempatan nonton film di bioskop. Anak kedua saya (perempuan 7 tahun) gak bisa diem selama pertunjukan. Beruntung hari itu teater kami penontonnya dikit. Ia dengan bebas pindah dari satu kursi ke kursi lainnya. Naik turun tangga bolak balik serasa sang pemilik studio.

 

Walau badannya tak besar, sebenarnya nafsu makannya lumayan (untuk menu yg dia suka..hehe). Gak heran popcorn yang ada dalam kotak dengan cepat berpindah ke dalam perut dalam sesaat. Setelah jatahnya kosong, dengan santainya si anak kinestetis ini membantu bapaknya menghabiskan kotak popcorn lainnya.

 

Yang hobi nonton bioskop pasti ngerti, popcorn yang kotak medium gak akan awet sampai film selesai. Apalagi ini si anak yang laper habis lari-larian di dalam teater, hehe. 

 

Disuatu adegan yang sedih dia akhirnya bisa duduk anteng dan menatap layar dalam-dalam. Sementara di sebelahnya terdengar suara sesenggukan sang kakak yang sepertinya hanyut bersama cerita. Saya pribadi juga sempat terbawa sambil menahan bulir air mata.

 

Sambil berbisik saya coba masukkan sugesti ke dalam pikirannya tentang hal baik yang ada dalam film. Katanya, saat anak sedang asik fokus kepada sesuatu kita bisa sisipkan 'pesan' dengan mengulangnya. Film sebagai media storytelling dirasa pas untuk menanamkan hal baik dan positif.

 

Tak ingin melewatkan kesempatan emas itu, saya beringsut mendekati kepalanya dan berkata, "Cim.. sedih ya ceritanya, anaknya ternyata sayang banget sama ayahnya. Sampe milih bantuin emak di kampung."

 

Selesai saya bicara, ia terdiam sesaat dan menoleh ke saya sambil tersenyum, maniiis banget. Alhamdulillah kayaknya berhasil nih teknik saya.

 

Ia pun berkata, "iya ya bi..tapi beliin aku popcorn lagi ya bi abis ini..pokoknya aku mau lagi popcorn nya..lagi..lagi..lagiii..!"