Hari Ini Si Bungsu Makan Enak

Hari Ini Si Bungsu Makan Enak
Hari Ini Si Bungsu Makan Enak

Tulisan saya sebelumnya yang berjudul "Doa dalam secangkir kopi" ternyata memberi pelajaran tentang hidup. Ketika saya menginginkan secangkir kopi, Tuhan telah menunjuk Si Bungsu untuk mewujudkan keinginan tersebut. Dan ini cerita kelanjutannya.

Di pagi hari ini, saya duduk berdua dengan Si Bungsu dan ngobrol ngalor ngidul. Di musim pandemi ini, berada di rumah terus menerus tentu sangat tidak menyenangkan. Apalagi ketika ibunya pergi selama 3 minggu, pasti Si Bungsu merasa tambah kesepian. Itu sebabnya saya selalu memerlukan diri berada di dekatnya supaya dia merasa ada yang selalu menemaninya.

"Om Bud, aku bosen di rumah. Kita jalan-jalan ke mana yuk?" usul Si Bungsu.

"Emang kamu mau ke mana?" Saya balik tanya.

"Ya, ke mana aja asal keluar rumah."

"Kan Covid lagi gawat. Jangankan jalan-jalan, sholat Jumat aja Om Bud gak berani sekarang."

"Gimana kalo kita ke restoran aja? Cari restoran yang prokesnya bagus."

"Emang kamu mau makan apa?"

"Aku lagi pengen makan mie di GM."

Mendengar omongannya, perut saya langsung laper. Usul Si Bungsu boleh juga nih. Udah lama banget saya gak makan mie di GM. 

"Kita makan menu favorit kita, Bakmi GM Spesial. Pasti enak banget tuh."

Hadoh! Cacing-cacing di perut semakin berontak. Bahkan tanpa sadar saya melanjutkan, "Pake bakso terus beli pangsit goreng juga ya..."

"Om Bud pake bakso. Kalo aku kan biasanya pake pangsit rebus." selak Si Bungsu.

Saya terdiam, menimbang-nimbang, apakah saya berani membawa Si Bungsu ke luar rumah di situasi pandemi kayak gini? Saya sih gak pernah menguatirkan diri sendiri, apalagi saya udah divaksin. Tapi Si Bungsu? Kalo dia sampe tertular covid, saya pasti gak bisa memaafkan diri saya sendiri. Tapi mau menolak keinginannya saya gak tega juga. 

Titit....titit...suara notifikasi dari WA berbunyi. Ketika saya buka ternyata dari kawan saya Meta. Dan percaya gak? Meta mengatakan bahwa dia udah baca tulisan saya di FB dan prihatin mendengar Si Bungsu sedang ditinggal ibunya. Karena itu Meta bersama temannya Cyndha akan mengirim makanan untuk kami berdua. 

Alhamdulillah, sekarang saya punya alasan untuk menolak permintaan Si Bungsu. Selesai WA-an saya berpaling padanya, "Kita ke GM-nya lain waktu ya?"

"Kenapa?" tanya Si Bungsu dengan suara datar.

"Ini tante Meta dan Tante Cyndha mau kirim makanan. Jadi kita makan pake makanan yang dikirim mereka aja hari ini."

"Oh, gitu. Baiklah kalau memang demikian," kata Si Bungsu dengan gaya pejabat.

Gak lama kemudian, Si Bungsu sibuk dengan X-BOXnya. Sementara saya mulai memeriksa kembali naskah novel saya yang berjudul 'Penjelajah Mimpi' yang rencananya akan terbit bulan depan.

"Paket!!!!" Sekonyong-konyong dari luar terdengar teriakan pengantar paket.

Si Bungsu meletakkan controller gamenya lalu seperti terbang menyambut kiriman pesanan tersebut. Tanpa menunggu lama, paket tersebut dia buka di atas meja makan. 

"Wah, Om Bud!!!! Amazing?" teriaknya.

"Apa yang amazing?" tanya saya dengan mata masih tertuju pada screen laptop.

"Yang Tante Meta dan Tante Cyndha kirim ternyata dari GM."

"Oh ya?" Surprise banget saya sehingga langsung saya berjalan ke meja makan.

Dan bener, loh! Sebuah keajaiban kecil kembali terjadi. Yang dikirim oleh Meta dan Cyndha bukan hanya makanan dari GM tapi menunya pun persis banget seperti yang kami bicarakan tadi. Bakmi GM Spesial, pake bakso plus pangsit goreng lengkap dengan saosnya.

"Hari ini kita makan enak!" kata Si Bungsu sembari beranjak ke dapur mengambil piring.

Subhanallah! Tuhan itu maha luar biasa ya. Kembali saya merenung dan mengurutkan waktu. Saya kepengen kopi, tau-tau Si Bungsu membuatkan kopi untuk saya. Ketika Si Bungsu kepengen makan GM, tau-tau Meta dan Cyndha mengirimkan makanan sesuai yang diinginkannya. Yak, saya mulai menemukan benang merahnya.
 
Tuhan itu maha baik. Kebahagiaan hidup itu sebenernya berpangkal dari kebaikan Tuhan. Dan kebahagiaan itu harus dibagikan pada orang lain. Karena ketika kita bagikan maka orang akan tertular untuk melakukan kebaikan lagi. Jadi kebaikan itu jangan sampai putus. Jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan, karena bisa jadi kita memang ditunjuk Tuhan untuk mengabulkan doa seseorang.

Terima kasih, Meta. Terima kasih, Cyndha. Saya doakan semoga ada kebaikan berikutnya yang terjadi pada kalian berdua ya. Aamiin. 

Gara-gara Meta Tangkudung dan Cyndhanita Arum, hari ini Si Bungsu makan enak. ????????????