Hujan Kemarau

Hujan Kemarau

Kau pinta hujan, 

   turunlah badai 

Kau pinta gemercik air, 

   datanglah bandang 

Itu bukan karena doa berlebihan,

   kawan Itu semata-mata karena perlakuan.

Kau nanti musim hujan? 

Penantianmu berakhir longsoran.

Lalu kau memilih menikmati kemarau, 

Hutan menghadiahimu asap tebal.

Tuhan Maha Menumbuhkan 

Kau saingi dengan maha membangun...

  Membangun kerusakan

Memotong yang tumbuh, 

   dari sana berawal 

Berlanjut pada penggalian akar, 

Berakhir dengan lubang tambang

Lalu kau pertanyakan kebaikan alam?

Tentang global warming kau berdebat 

   hingga berkarat