Imajinasi atau Halusinasikah Aku?

Imajinasi atau Halusinasikah Aku?
pic by pixabay

Malam itu lagi leyeh leyeh dan putar putar remote TV, ga ada acara yang asyik, pas lagi ganti-ganti channel ga sengaja nemu sinetron, ternyata ceritanya tentang orang yang sedang dikeroyok. Sekelompok penculik mau menyakiti ibu cantik (baca: MAMA yang udah ga muda tapi masih CANTIK) dan anak gadisnya.

"Tolongg... tolong", teriak si mama cantik.

Tiba-tiba datang suaminya yang sudah ga muda tapi ganteng plus keren (bayangin aja model Tom Cruise), langsung ngebelain.
Ciattt.... ciatt...,
Ga lama masuk anak laki-laki yang ga kalah ganteng (versi si papa tapi edisi mudanya), T-shirt putih yang melekat di dadanya bidangnya plus sneakers birunya mampu membius perempuan sampai tak akan berkedip, (alavRobert Pattinson-nya Twilight) apalagi dia juga jago bela diri ga kalah dari papanya. Terlihat mereka pasang kuda-kuda sambil berputar saling adu punggung, perlahan melihat situasi, tangan mengepal ada di depan dada mereka.
Keren banget deh ngeliat mereka pukul pukulannya... ala-ala hollywood gitu ????.

Jadi kebayang, "kalau itu kejadian sama gue mau diculik, si papi kayak gitu ga ya berantemnya buat belain?"
Hmm berasa jadi bintang utamanya dehhh...

"Mami, cari tempat yang aman", kata papi sambil masih ngelawan penjahat penjahat itu.
"Papi.... awassss" teriakku khawatir.
Terlihat salah satu penjahat mau memukul ke arah papi, tapi dengan sigap si papi berkelit.

Dan akupun lari ke belakang, di dapur ada panci ukuran 24" masih agak-agak minyak bekas kuah gulai yang belum sempat dicuci, tanpa berpikir dua kali aku ikut pukul aja panci itu ke salah satu kepala penjahatnya bagian belakang debgan membabi buta
Prangggg!!!. 
Sekalian ngotorin rambut dan pakain si penjahat qiqiqiiqiiqiq.

Endingnya penjahatnya kalah, mundur alias kabur cari selamat, trus jagoannya luka sedikit, dipeluk deh sama pemeran utama wanita....

"Mami, ga ada yang luka kan?"

"Papi tangannya kenapa? Ayo diobatin"

"Lukanya ga seberapa, yang penting mami selamat" kata papi sambil menatap mesra dan memeluk mami.

"Ga pernah kebayang kalau papi sampai gagal selametin jiwa mami, ga akan bisa maafin diri papi seumur hidup"

Ohhh so sweeet

Dan mereka tatap-tatapan, makin dekat... trusss.. trrus....

Hmm kalau ada kamera langsung di zoom in zoom out.

Mungkin ga sih ini kejadian beneran? (Kalau ada yang kenal sama si papi,  dia ibarat kanebo kering yang kaku kalau kelamaan didiemin, lempenggg... )
Tapi masalah utamanya: buat apa juga penculik nyariin gue?? ????????

Anehkah imajinasi ini? Atau aku sedang berhalusinasi?