VIRUS

"A journey of a thousand miles must begin with a single step"-Lao Tzu

VIRUS
"Anda tidak memilih keluarga anda. Mereka adalah pemberian Tuhan untuk anda, seperti anda bagi mereka."-Desmond Tutu

VIRUS 

 

Pernahkah terpikirkan, apa keutamaan hidup anda? Apakah menjadi kaya? sukses? atau bahagia? Pada hakikatnya, tidak ada seorangpun bisa men-judge pilihan dan tujuan hidup seorang lainnya selama itu tidak merugikan orang lain. Kita terlahir merdeka dengan segala kelimpahan yang boleh kita nikmati semasa hidup, menjadi kaya dan sukses adalah tujuan yang lebih bersifat materi, karena terukur (uang adalah ukuran standart yang digunakan) dan kelihatan; sedangkan bahagia lebih bersifat spiritual karena tidak terukur dan hanya orang bersangkutan yang bisa merasakannya.

Jika anda sudah mengingat kembali tujuan hidup anda, pernahkah anda meng-evaluasi kembali, apakah hidup seperti ini yang anda inginkan? Sudahkah tercapai? Sudahkan anda puas dan merasa bahagia dengan segala pencapaian hidup selama ini? Sudahkah anda bersyukur dan berterima kasih atas semuanya?

IF YOU WANT TO FIND LOVE
By: Kenny Rogers
Reff:
If you wanna find gold
Go looking in the mountains
If you wanna find silver
Go digging in stones
If you wanna find heaven
Go reading in the Bible
If you wanna find love
Go looking at home

Bagi para penggemar lagu country seangkatan saya, sudah pasti tidak asing dengan lagu yang dirilis tahun 1991 oleh sang penyanyi Kenny Rogers yang legendaris dan terkenal di era 1970, 1980 dan 1990-an. Lagu ini sangat berkesan buat saya, terutama judul dan bagian reff (untuk ukuran penyanyi kamar mandi dengan kemampuan Bahasa Inggris yes no, bisa menghafal dan menyanyikan dengan baik  bagian reff adalah kebanggaan tersendiri, yang biasanya ditandai dengan humming atau mumble di bagian awal dan full volume di bagian reff hehehe).

Kalimat, "if you wanna find love, go looking at home",  bila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berarti, "jika kau ingin mencari cinta, temukan di rumah". Bayangkan, jika kita tarik garis imajiner secara lurus dari akhir tujuan hidup kita dan menghubungkannya dengan tempat dimana kita pernah merasakan sensasi itu, maka kita akan menemukan rumah.

Home dalam Bahasa Indonesia berarti rumah. Rumah secara fisik digambarkan sebagai sebuah tempat tinggal biasanya berwujud bangunan rumah, tempat berteduh, atau struktur lainnya yang digunakan sebagai tempat manusia tinggal. Istilah ini dapat digunakan untuk rupa-rupa tempat tinggal mulai dari tenda-tenda nomaden hingga apartemen bertingkat (Wikipedia). Home dalam artian yang lebih dalam adalah keluarga, tujuan hidup akhir manusia adalah mencapai kebahagiaan, hal termulia adalah membahagiakan keluarga.

Keluarga di jaman modern tidak hanya mencakup hubungan antar pribadi yang mempunyai hubungan darah, tetapi lebih luas. Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain  dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan kebudayaan. Keluarga yang ideal adalah keluarga yang bahagia. Negara Indonesia adalah rumah dan penduduk Indonesia adalah penghuninya, berarti kita semua adalah keluarga.

Banyak teori tentang kebahagiaan, salah satunya menyebutkan bahwa sebab bahagia dikaitkan dengan keseimbangan hormon tubuh seseorang. Ada 4 hormon yang berkaitan erat dengan kebahagiaan manusia, yaitu Dopamin (hormon yang mempengaruhi perasaan baik), Endorfin (hormon pereda alami nyeri tubuh), Oksitosin (hormon cinta) dan Serotonin (hormon pengelola suasana hati).  Bahagia adalah peace of mind (ketenangan pikiran) yang timbul karena kepuasan akan pemenuhan kebutuhan hidup, tanpa ketakutan akan masa depan.

Sudahlah anda bahagia hari ini? Ya, Saya akan menjawab saya bahagia. Bagaimana bisa? karena saya belajar beryukur  dan berterima kasih, atas segala berkat dan hidup yang boleh saya terima dan tetap bersemangat, walaupun sebenarnya saya cukup malu mengakui bahwa pada awal pandemi, saya merasa stres dan tidak bersemangat, banyak rencana tidak terlaksana karena target tidak tercapai. Saya mencoba mengisi waktu luang dengan mendengarkan musik, membaca dan bergabung di beberapa club, mengikuti pelatihan, workshop (salah satunya adalah The Writers) bahkan kursus membuat kue, hampir semua kegiatan diawali dengan semangat 45 dan berakhir dengan muntaber(mundur teratur tanpa berita).

Setiap orang mempunyai cara berbeda untuk meredam stres,  yang paling ampuh buat saya adalah mendengarkan musik, membaca dan belajar menulis, serta sesekali membuat kerajinan tangan berupa ascesories yang sering kali terhenti ditengah jalan karena berpikir, siapa yang akan membeli di masa pandemi, sudah menjadi rahasia umum kondisi bisnis pariwisata saat ini adalah mati suri. Selain itu saya menghindari mengikuti perkembangan berita pandemi dan bahkan keluar dari group-group yang menurut saya berpengaruh buruk pada ketenangan pikiran dan hidup saya.

Lebih dari setahun saya menjalani hidup soliter hingga saya menemukan kutipan tulisan,"Manusia dapat bertahan hidup walau tidak makan lebih dari 2 hari atau menahan nafas lebih dari 2 menit, tapi tidak akan bertahan bila kehilangan harapan 2 detik'. Saat itulah saya menyadari, bahwa betapa egoisnya hidup soliter yang hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain, bagaimana bila orang lain yang saya kenal kehilangan harapan selama 2 detik?

Tinggal dan hidup di Bali adalah cita-cita saya sejak kecil, pulau indah yang terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura ini merupakan daerah tujuan favorit internasional, yang diperkuat dengan pemberian penghargaan "The Best Destination Of The Year" dari TTG (travel Trade Gazette) Award 2019, di Bangkok. Apa yang akan terjadi dengan masyarakat Bali, yang merupakan keluarga tanpa hubungan darah yang bernaung dalam satu atap rumah tangga kecil Provinsi Bali dalam rumah tangga besar Negara Indonesia ini? Pandemi ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali yang sebagian besar bergerak di bidang periwisata.

Bali sebagai daerah tujuan wisata beberapa kali mengalami penurunan ekonomi, diantaranya terdampak Erupsi Gunung Agung (1967-1975), Krisis Ekonomi (1998), Bom Bali I (2002), Bom Bali II (2005) dan Erupsi Gunung Agung (2017), tetapi bali dan masyarakatnya bisa dengan cepat bangkit kembali dan memulihkan perekonomiannya. Pandemi saat ini juga menyebabkan penurunan ekonomi namun masyarakat Bali tetap optimis dan melaksanakan kebijakan pemerintah pusat berupa PPKM, yang mempunyai tujuan jangka panjang menekan lonjakan kasus Covid -19 yang akan mempercepat recovery perekonomian Bali; yang didukung efektifitas pelaksanaan Vaksinasi untuk mempercepat pembentukan Herd Immunity.  

Kunci utama Keberhasilan Bali adalah daya juang tinggi yang didukung pola pikir terbuka yang bisa menerima perubahan, sikap dan kerja nyata serta didukung oleh kreatifitas positif dan produktif di berbagai bidang, tidak hanya pariwisata namun juga pertanian yang terkenal dengan sistem subak, perikanan (eksport ikan hias) di daerak Gerokgak, seni dan budaya seperti regenerasi seni tari, tabuh serta kidung, dan lainnya yang masih bisa digali dari potensi terpendam masyarakat Bali. Saat inilah masyarakat akan bisa bertahan dan terus maju sehingga memajukan perekonomian selain bidang pariwisata.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan solusi segera pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak langsung? bila kita berpikir itu adalah tanggung jawab pemerintah, itu tidak salah, karena negara menjamin kesejahteraan warganya, namun akan lebih baik  apabila kita semua sebagai satu keluarga bisa saling berbagi dan membantu. Ada yang mau membantu dan ada yang mau dibantu, bersama kita pasti bisa melewati pandemi ini. Rasakan pengalaman yang tak terbeli, saat anda berbagi, anda akan sampai pada tujuan akhir anda, BAHAGIA, tidak perlu menunggu kaya atau sukses. Tidak perlu berpikir berat, dapatkah anda seorang menolong semua orang, satu orang menolong satu orang sudah lebih dari cukup. Besok saat pandemi ini berakhir, anda menoleh kebelakang, anda tahu bahwa anda sudah melakukan hal terbaik untuk keluarga anda, ini adalah satu hal yang tidak akan pernah anda sesali karena telah menjadi role model yang benar dan berpengaruh pada pola pikir dan kehidupan orang lain. Satu perbuatan baik anda akan menyebar dan berpengaruh lebih cepat dari VIRUS, tidak percaya? "Just do it!"-Nike

 

"Infeksius virus: Niat baik pasti akan mendapat jalan terbaik, disupport oleh orang-orang baik dan menyebar lebih cepat dari virus; You all terbaik, God bless,"-ANC