KETIKA LIBURAN SEKOLAH TIBA

Tetap tinggal di rumah gara-gara pandemi covid-19 yang berkepanjangan. Liburan tanpa rekreasi, tanpa jalan-jalan, tanpa makan-makan bersama keluarga, yang bekerja tetap bekerja walau work from home, sebab PPKM darurat. Bosen? Ah, harus semangat, tetap berfikir kritis, kreatif dan inovatif agar tetap semangat dan adaptif. Bangun pagi, bersyukur, jalan pagi, jogging sekalian berjemur matahari pagi, board game , men-dribble bola basket, merawat tanaman hias, ah terdengar toing toing ambulan beriringan. tetap prokes agar tetap sehat.

KETIKA LIBURAN SEKOLAH TIBA
Liburan sekolah

 

 

            Dua kali sudah liburan sekolah kita alami bersama, yaitu Juli 2020 dan kini Juli 2021 dengan tetap tinggal di rumah gara-gara pandemi covid-19 yang berkepanjangan. Liburan tanpa rekreasi, tanpa jalan-jalan, tanpa makan-makan bersama keluarga. Acara kumpul-kumpul sanak keluarga, famili, saudara dan handai taulan sirna sudah., semua orang diliputi rasa takut dan cemas, suasana menjadi mencekam, berita TV hingar bingar kasus orang yang terpapar vovid-19 melonjak, petugas pemakaman kewalahan, bunyi sirene ambulan mendayu-dayu menyayat hati, kekurangan oksigen terjadi di mana-mana.

            Benar-benar Indonesia sedang dalam kondisi ‘darurat’ pandemi covid-19. Mari kita satukan hati untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa dan patuhi sungguh-sungguh protokol kesehatan, jangan ditawar-tawar lagi!. Semua aktivitas di rumah sudah dilakukan karena Work From Home (WFH) yang begitu lama. Bagi orangtua bisa memaklumi kondisi ini, tapi bagaimana dengan anak-anak yang sudah mulai ada yang merasa jenuh, bosan, bahkan sampai ada yang sudah mulai terganggu mentalnya.

            Keluarga, orangtua dan guru mari segera bertindak, jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut, karena bisa fatal akibatnya. Keluarga dalam hal ini orangtua perlu sabar, bertindak penuh kasih dan memahami keunikan anak mereka masing-masing. Karena memang pada hakekatnya tiap manusia itu unik, mari kita ciptakan suasana nyaman menurut standart masing-masing. Sekalipun tidak bisa berlibur keluar rumah, bikin saja kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan di dalam rumah. Ada rumor yang mengatakan: Jalan an sepi, mal sepi, toko-toko sepi, tapi rumah menjadi ramai dengan ‘pertengkaran’ karena berkumpulnya anggota keluarga di rumah.

            Oleh karena itu, sudah waktunya kita mengubah rumah kita menjadi suatu tempat yang indah, nyaman, harmoni dan damai untuk berkumpul bersama keluarga, seperti misalnya menonton TV bersama, mendengarkan musik bersama, menyanyi bersama, berbagi cerita bersama keluarga; bukan seperti kondisi di luar sana yang mengharuskan kita untuk menjaga jarak satu sama lain, menghindari kerumunan, bahkan mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan sangat ketat karena kondisinya memang sungguh-sungguh darurat.

            Di masa liburan sekolah seperti sekarang ini, mari jadikan rumah kita:

  1. Seperti tempat ibadah, tempat berdoa, tempat meditasi dan tempat menaikkan puji syukur kepada Tuhan.
  2. Seperti sekolah, perpustakaan, belajar rajin membaca, menulis, melukis, menggambar. Saling belajar dan mengajar serta membelajarkan diri kita untuk terus mengasah kompetensi masing-masing. Mengasah kreativitas, membuat prakarya/kerajinan tangan tetap merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan bermanfaat.
  3. Seperti toko, dibersihkan, ditata rapi dan seindah mungkin bagaikan etalase sehingga menarik dan sedap dipandang mata.
  4. Seperti restoran, dengan kegiatan masak-memasak, mencoba resep-resep lama dan baru, membuat kue yang bervariasi.
  5. Kegiatan berkebun, seperti menanam pohon, menanam sayuran, menanam aneka bunga, dan lain-lain.

Pokoknya buatlah rumah kita sebagai tempat terbaik untuk keluarga kita, sehingga kalaupun liburan kali ini yang kondisinya tidak hanya dibatasi keluar rumah saja dan bahkan semakin meningkat yaitu dengan diterapkannya PPKM yang waktunya pas berbarengan dengan liburan sekolah tidak menjadi terlalu masalah. Melainkan inilah saatnya untuk kita berbenah diri karena semua kegiatan di atas dimaksudkan agar kesehatan fisik dan psikhis seluruh keluarga terutama anak-anak terjaga dengan baik untuk bersiap-siap masuk sekolah. Anak-anak naik kelas dan mahasiswa memasuki semester baru, mungkin juga persiapan membuat penelitian, menyusun skripsi, tesis dan disertasi.

Inilah waktunya yang paling baik, mengelola waktu se efektif mungkin untuk seluruh aktivitas kita di rumah supaya kesehatan jiwa kita tidak semakin rentan selama masa pandemi covid-19 ini. Para orangtua diharapkan bisa mengembangkan pola asuh digital kepada anak/anak-anaknya. Untuk sementara lupakan serunya liburan dengan se gudang acara seperti jalan-jalan, ke luar kota, rekreasi ke tempat-tempat sejuk dengan pemandangan yang indah, bermain air, melakukan outbound di alam terbuka dan sebagainya; ganti dengan liburan di rumah dengan menonton TV, nonton film, main musik, mendengarkan musik, bernyanyi bersama keluarga.

Dewasa ini, kita tidak akan kekurangan konten untuk dinikmati bersama karena sumbernya berlimpah ruah. Ubahlah  wajah yang muram dan hati yang sedih dalam sekejab menjadi riang gembira, ceria, penuh suka cita dengan bermain bersama, misalnya menggunakan board game (permainan papan merupakan jenis permainan yang dimainkan di atas papan yang khas bagi permainan tersebut, contoh: catur, ular tangga, monopoli, scrabble). Mengapa  kita tidak bernostalgia mengingat masa kecil? Akhir-akhir ini board game kembali menarik perhatian dan terdapat sejumlah pilihan menarik untuk dimainkan bersama seluruh anggota keluarga. Pendeknya kita harus pintar-pintar menemukan kompetensi dengan terus mengasah bakat anak dan menyalurkan hobby.   

            Melalui permainan-permainan tersebut berarti juga mengasah otak, merupakan sarana belajar bagi anak-anak dan orang dewasa, mengedukasi dan membantu meningkatkan quality time bagi keluarga. Melakukan olah raga  di rumah dengan alat bantu misalnya speda statis, treadmills, dan yoga; sedang bagi mereka yang mempunyai halaman cukup luas, bisa dengan bermain bulu tangkis, men-dribble bola basket, jalan atau lari keliling lapangan dan lain-lain dengan tetap memakai masker, sering mencuci tangan dengan air mengalir dan pakai sabun dan tidak berkerumun. Liburan di rumah tetap enjoy, lakukan semua kegiatan tersebut dengan semangat karena di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat (men sana in corpore sano).

 

Jakarta, 9 Juli 2021

Salam sehat dari penulis: E. Handayani tyas – tyasyes@gmail.com