Kita Pasti Pernah Sakit Hati, Tinggal Gimana Kita Menyikapi

Eyang habis ulang tahun yang ke 92, masih minum fanta, makan martabak, dan es krim. Apa rahasianya?

Kita Pasti Pernah Sakit Hati, Tinggal Gimana Kita Menyikapi

Di suatu pagi di musim pemilu beberapa periode yang lalu, gue nganter Eyang Putri dan Bude Endang ke Pasar di Purworejo.

Di jalan pulang, begitu sampai di perempatan pantok ada sebuah baliho besar berisi gambar foto calon anggota DPR yang sedang mempromosikan dirinya.

Ngelihat baliho itu Bude nyeletuk, “Itu orang yang pernah jahat sama Eyang Kakung”, Kata Bude.

“Loh, emang kenapa, Bude?” Tanya gue penasaran.

Belum dapet cerita lengkapnya, tiba tiba Eyang yang duduk di belakang memotong pembicaraan kita. “Hush, ga usah dibahas lagi!” Seru Eyang.

Pembahasan berhenti di situ. Belakangan gue baru tau kalau ternyata dulu Eyang Kakung baru pensiun di usia 70 tahun karena ada sengketa di Yayasan sekolah bikinan Eyang. Dan si Bapak yang ditunjuk sama Bude di baliho itu adalah orang yang bersengketa dengan Eyang Kakung.

Eyang terus ngurus kasusnya sampai selesai. Jelas bukan karena uang. Eyang cuma mau nama besarnya bersih. Apalagi Eyang Kakung merupakan pemuka Agama terpandang di Purworejo. Setelah kasus selesai, baru Eyang pensiun.

Tapi di luar itu, yang bikin gue salut adalah bisa bisanya loh, Eyang Putri gak mau anak cucunya masih ngebahas kasus itu. Berartikan Eyang gak punya dendam sama orang yang udah bersilisih sama suaminya. Padahal berselisihnya bukan hal yang sepele. Orang sampe berlarut larut begitu.

Mungkin inilah yang bikin Eyang Putri masih sehat sampai sekarang. Hatinya bersih. Kemaren Eyang habis ulang tahun yang ke 92. Dan seperti biasa, Eyang masih makan es krim, minum fanta, dan makan martabak. Nggak punya pantangan makanan.

Gue menyimpulkan kalau kebersihan hati inilah mungkin yang bikin Eyang Putri masih sehat, bukan makanannya.

Walaupun gue belum bisa kaya Eyang Putri, gue berharap banget pelan pelan gue bisa menghindari penyakit hati.

Makannya gue mohon maaf banget ini sama teman teman terdekat gue yang sering gemes sama gue. “Kok bisa bisanya sih lu gak punya dendam, bahkan masih menyapa orang orang yang pernah nusuk dan nyakitin lu, seolah olah gak terjadi apa-apa?”

Ya bukannya apa apa sih, gue cuma mau kaya Eyang Putri. Sampai tua masih bisa makan enak.