KOLABORASI DAN SINERGI

Kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. kolaborasi dan sinergi banyak manfaatnya, karena bisa saling melengkapi dan membawa manfaat timbal balik, apalagi manakala terjalinnya kerjasama itu dilandasi dengan dipunyainya tujuan yang sama

KOLABORASI DAN SINERGI
Kolaborasi dan sinergi

 

                                                                                                                           

Dalam kondisi seperti sekarang ini, kolaborasi sangat diperlukan karena kolaborasi adalah bentuk kerjasama, interaksi, kompromi beberapa elemen yang terkait baik individu, lembaga dan atau pihak-pihak yang terlibat secara langsung dan tidak langsung yang menerima akibat dan manfaat. Oleh karena itu, saat menjelang hari raya Idul Fitri di tahun ke dua masa pandemi covid-19 ke tiga elemen yaitu Pemerintah – Pengusaha – Pekerja hendaknya mampu berkolaborasi secara efektif dan efisien. Pemerintah mengatur dan menyediakan peraturannya; pengusaha memanaj usahanya dan memperlakukan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) nya dengan baik dan benar, serta pekerja melaksanakan kewajibannya juga dengan baik dan benar agar dapat menikmati haknya dengan optimal. Itulah yang dinamakan synergy (menggabungkan semua energy untuk mencapai tujuan bersama), karena kata sinergi (synergy) berarti bergabung atau bekerja sama. Mengapa kolaborasi dan sinergi itu penting? Walaupun ke dua kata tersebut mudah diucapkan tetapi tidak mudah untuk dilaksanakan, apalagi jika terjadi konflik internal, adanya perbedaan strategis, dimana masing-masing pihak mengerjakan kepentingannya sendiri. Percayalah bahwa kolaborasi dan sinergi banyak manfaatnya, karena bisa saling melengkapi dan membawa manfaat timbal balik, apalagi manakala terjalinnya kerjasama itu dilandasi dengan dipunyainya tujuan yang sama. Menjelang lebaran seperti sekarang ini, banyak pekerja yang mendambakan Tunjangan Hari Raya (THR); pengusaha memutar otak dengan segala kecerdasannya agar usahanya tetap survive, berkelanjutan dengan mendapat dukungan pekerja yang handal, terpilih, siap bekerja keras dan bekerja cerdas demi kemaslahatan banyak orang. Didukung dengan peraturan yang tegas dan jelas, dilandasi dengan kerja jujur dan tulus niscaya terhindar dari pertikaian dan akibat buruk yang menyertai. Membahas secara umum kewajiban pengusaha dan pekerja mau tidak mau akan menghadapi banyak kesulitan, sebab pengusaha/perusahaan juga ada banyak macam, ada yang berskala besar dan kecil, begitu juga halnya di antara pekerja terdapat banyak variasi, ada posisi dan peran yang sangat beragam. Masalah etis yang ditimbulkan pun tidak selalu sama. Di tengah berbagai perbedaan sepertinya ada wilayah kawasan abu-abu (grey area). Jika kita ingin bertindak dengan penuh tanggung jawab , apa yang harus dilakukan dalam situasi semacam itu? Berikut adalah kewajiban karyawan terhadap perusahaan, ada tiga yang penting: (1) Kewajiban ketaatan, (2) Kewajiban konfidensialitas, (3) Kewajiban loyalitas. Sedangkan kewajiban perusahaan terhadap karyawan: (1) Perusahaan tidak boleh mempraktikkan diskriminasi, (2) Perusahaan harus menjamin kesehatan dan keselamatan kerja, (3) Kewajiban memberi gaji yang adil, (4) Perusahaan tidak boleh memberhentikan karyawan dengan semena-mena. Selain hal-hal tersebut di atas, karakter karyawan juga menempati posisi penting di perusahaan. Berikut adalah karakter karyawan yang banyak dicari perusahaan: (1) Komitmen, (2) Sikap, (3) Aktif dan antusias, (4) Tahan tekanan, (5) Inovatif dan kreatif, (6) Terbuka, (7) Melayani. Setidaknya tujuh butir itulah yang harus dipunyai karyawan , sehingga tidak terjadi begitu banyak lulusan baru perguruan tinggi yang mengeluh tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, perusahaan juga mengaku sulit mencari dan menemukan karyawan sebagaimana yang dipersyaratkan oleh masing-masing perusahaan, karena adanya rongga ketidaksesuaian. Kepintaran berkomunikasi juga tidak kalah pentingnya, karena apabila segala sesuatunya dikomunikasikan dengan baik niscaya tidak terjadi kesalahpahaman antara pengusaha dan pekerja. Bahwa sesungguhnya aset termahal dari sebuah perusahaan adalah karyawan, bukan mesin, bukan juga gedung atau lahan, karena semua itu bisa diatasi dengan kekuatan modal (uang). Namun, dengan dimilikinya karyawan yang mumpuni, jujur dan berintegritas tinggi, ulet dan tekun, mempunyai sikap mental yang bagus pasti akan membuat tumbuhkembang sebuah usaha dan semakin bergairahnya semua elemen yang terkait di dalamnya. Keamanan dan kenyamanan dunia usaha membuat ketentraman seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama berjuang untuk menjadi teladan bagaimana mampu bangkit dan menang atas pergumulan hidup ini. Sekalipun pandemi covid-19 datang tanpa diundang dan meluluhlantakkan berbagai sektor kehidupan, terutama dunia usaha, percayalah dengan keluwesan/fleksibelitas antara Pemerintah – Pengusaha – Pekerja niscaya tidak akan menemui hambatan dalam ikut membangun negeri ini, semoga!

Jakarta, 5. 5. 2021

Salam sehat penulis: E. Handayani Tyas – tyasyes@gmail.com