Komunikasi dapat menyelesaikan masalah dalam konflik keluarga.

Komunikasi dapat menyelesaikan masalah dalam konflik keluarga.
Konflik dalam keluarga dapat terselesaikan

Setiap makhluk hidup tentunya pasti memiliki permasalahan, Dalamkehidupannya manusia tidak dapat berdiri sendiri, oleh sebab itu manusia dikategorikan sebagai mahluk sosial yang perlu mengadakan komunikasi dengan manusia lainnya, ataupun menyatakan pendapat, perasaan, kemauan dan keinginan agar orang lain dapat memahami keinginan kita begitupula kita sebaliknya dapat memahami keinginan orang lain juga. Dengan demikian secara tidak langsung manusia akan membuat suatu komunitas yang lebih besar yang disebut masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok terkecil masyarakat yaitu keluarga. Sehingga dapat dilkatakan keluarga merupakan sistem sosial terkecil yang ada di dalam masyarakat. Hal ini
terjadi, sebab di dalam keluarga terjalin hubungan yang penuh kekaraban, sehingga jika diantara anggota keluarga itu mengalami peristiwa tertentu maka, anggota keluarga yang lain biasanya ikut merasakan peristiwa tersebut.
Keluarga menjadi penting karena nilai dan sikapnya menyatu dalam identitas seseorang. Seseorang akan menginternalisasikan pandangan keluarganya yang menjadi suatu lensa melalui mana ia memandang kehidupan. Akses para anggota keluarga terhadap kekuasaan dan sumberdaya berbeda. Ketidaksamaan yang melekat pada sistem keluarga inilah yang merupakan dasar konflik, dan ini muncul pada waktu para anggota keluarga mengadkan tawar-menawar dan bersaing untuk meraih kedudukan dan hal-hal yang dinilai tinggi. Konflik terjadi dalam keluarga dalam rangka upaya-upaya para angota keluarga untuk
memperebutkan sumber-sumber daya yang langka yaitu hal-hal yang diberi nilai, seperti uang, perhatian,

Interaksi yang bersifat konflik
berkisar dari interaksi yang bersifat verbal sampai kepada yang bersifat fisik. Interaksi yang penuh masalah terjadi bila tidak ada aturan-aturan semacam itu, atau bila aturan aturan tidak ditetapkan secara konsekuen, atau bila aturan-aturan itu itu hanya diterima oleh satu pihak saja.Rasa aman secara emosi juga meliput rasa aman ketika menyatakan diri, pendapatnya, maupun mendiskusikan kesulitan dihadapi. Sehingga dlam hal ini maka komunikasi diantara anggota keluarga merupakan salah satu elemen yang sangat penting untuk menjamin terwujudnya rasa aman. Konflik sendiri tidak dapat dihindari ketika 
seseorang berhubungan dengan orang lain. Bahkan 
konflikpun dapat terjadi dengan individu tanpa 
melibatkan orang lain.