Koran Pagi

Kopinya mana?” “Gula sudah habis Pak” Mengambil uang dari gulungan sarungnya yang kemudian hampir saja melorot. “Beli”. Memberi uang. Bu Martabat meraih. Hendak beranjak menuju luar pagar rumah, Pak Martabat mencegat. “Ganti dulu celananya Bu, masak ketemu banyak tetangga pakai celana pendek yang di pake buat tidur sama suami, nantik kalo suami orang tergoda gimana!”

Koran Pagi
CleanPNG

Koran Pagi

Sepasang suami-istri yang tinggal berdua di rumah sederhana mempunyai halaman yang dihiasi oleh tanaman-tanaman hias maupun tanaman-tanaman yang menghasilkan buah. Rumah itu berada di pinggir jalan yang setiap paginya di lewati oleh pedagang sayur dan kebutuhan makan sehari-hari yang memakai kaisar dan setiap sorenya di lewati oleh penjual bakso.

Bu Martabat yang sebagai Istri dengan suami yang bernama Pak Martabat itu tak perlu ke pasar untuk mencari bahan untuk makan setiap harinya, kecuali jika suaminya ingin memakan sate gule dan Pizza ia perlu ke kota. Lagi pula jika ada subsidi dari gubernur baru bisa membeli dan memakan Pizza. Kalo tidak ada, ya makan seadanya dan secukup uang.

Pedagang  yang memakai kaisar tersebut seakan-akan menarik Bu Martabat untuk membeli apa yang dijualnya. Bagaimana tidak, setiap pagi ia selalu berhenti didepan rumahnya dengan mengucapkan “Bahan Primer, Bahan Primer” dengan logat yang khas. Walaupun secuil kedengerannya tapi Bu Martabat sudah tau bahwa itu si Nindra. Namanya seperti tidak cocok menjadi pedagang kebutuhan primer, cocoknya jadi pejabat. Bu Nindra!. Kan cocok. Hehehe.

Walaupun Bu Martabat merasa tak perlu keluar jauh-jauh mencari kebutuhan sehari-hari namun ia terkadang kesel juga sama Nindra. Sebab, dagangnnya itu-itu saja setiap harinya, bahkan daging dan sayur yang tak laku atau tersisa di jualnya lagi pada hari esok tanpa di segarkan.  Namun, tetangga-tetangga Bu Martabat tetap saja ada yang membeli.

Setiap pagi, pagar rumah Bu Martabat di rampi oleh kerumunan ibu-ibu yang membeli dagangan si Nindra. Pak Martabat sendiri setiap pagi keasikan melihat ibu-ibu tersebut memakai daster, ada juga yang baru selesai mandi sehingga rambutnya basah, lurus dan berkilau bikin segar mata. Sembari menyeruput kopi dan menghisap rokok namun terkadang baca koran harian jika pengantar koran lebih terdahulu melemparkan korannya dari balik pagar rumah sebelum Pak Martabat bangun. Kalaupun belum, Pak Martabat menikmati keindahan kerumunan di pinggir jalan. Terkadang, tiba-tiba Istrinya muncul secara tiba-tiba dan langsung mengejutkan suaminya dengan memukul pundak.

“Lihat apa Pak?. Tumben matanya ga menuju Koran?”

“Koran harian terbaru belum dateng Bu”

“Kan bisa membaca koran hari sebelumnya?!”

“Udah habis”

“Udah habis gimana?”

“Di makan”

“Bapak makan korannya?”

“Isi tulisan korannya, artinya sudah habis dibaca!. Jadi Istri kog ga logis banget lo. Masak suaminya makan koran, kertas”

“Pagi-pagi sudah bercanda aja Pak”

“Bukan bercanda, tapi kesel”

“Pagi-pagi gak boleh kesel Pak, nanti cepat tua”

“Itu marah”

“Emang bedanya apa?”

“Tanya KBBI”

“Kita kan ga punya internet dan gaptek Pak”

Pak Martabat terdiam dan geleng-geleng sambil bicara dalam hati.“Pagi-pagi sudah ada wartawan, seharusnya menikmati kopi pagi ini”.

 

Kopinya mana?”

“Gula sudah habis Pak”

Mengambil uang dari gulungan sarungnya yang kemudian hampir saja melorot.

“Beli”. Memberi uang.

Bu Martabat meraih.

Hendak beranjak menuju luar pagar rumah, Pak Martabat mencegat.

“Ganti dulu celananya Bu, masak ketemu banyak tetangga pakai celana pendek yang di pake buat tidur sama suami, nantik kalo suami orang tergoda gimana!”

Sambil berbalik arah untuk mengganti baju, Bu Martabat grumun.

“Lagian yang belanja ibu-ibu. Pasti dia juga kayak gini waktu tidur, bahkan cuma pake CD”

Pak Martabat tak mendengar hanya beranjak menyiram tanaman.

Sembari melangkah menuju dagangan si Nindra, Bu Martabat bertanya kembali.

“Pak koran yang habis di makan yang artinya sudah habis Bapak baca itu di saring dulu tidak?”

Pak Martabat tak mendengar. Ia asyik menyiram cabe yang kemarin di tanamnya.

“Budeg”.

 

Malang, 28 Juli 2021, 2:28 WIB