Marc Klok ke Persib? Jangan Senang Dulu!

Loyalitas yang abadi dalam sepak bola hanya ada dalam tubuh suporter. Dalam diri pemain? Itu sifatnya semu. Hanya pemain-pemain tertentu yang memiliki loyalitas terhadap klub.

Marc Klok ke Persib? Jangan Senang Dulu!
Sumber : Goal Indonesia

Hari Rabu, 30 Juni 2021, pemain naturalisasi asal Belanda, Marc Klok telah resmi bergabung dengan Persib Bandung. Klok dikontrak oleh Maung Bandung dengan durasi selama empat musim. Menurut kabar yang beredar, Klok hengkang dari klub Ibu Kota karena tidak mau menandatangani penyesuaian gaji tahap dua. Setelah tidak menemui kesepakatan, akhirnya Klok pergi dan berlabuh ke klub asal kota Bandung, sang rival abadi.

Hengkangnya Klok dari Persija meninggalkan kesan yang kurang baik di mata Jak Mania. Mereka mengecam bahwa Klok mata duitan, tidak loyal, dan kecaman lainnya yang berintonasi buruk. Klok juga dihujat karena dianggap tidak tahu diri. Pasalnya, Persija-lah yang membantu proses status kepindahan warga negaranya, karena hal itu maka para Jak Mania merasa bahwa Klok memiliki utang budi kepada klub kebanggaan mereka.

Sedangkan dari kubu Persib, mereka sedang asik menyambut kedatangan Klok. Gairah sepak bola Bandung seakan-akan hidup kembali dengan hadirnya pemain naturalisasi ini. Banyak respon positif dari Bobotoh terhadap kedatangan pemain barunya, bukan hanya karena dia pemain bintang, melainkan karena dia didatangkan dari klub rival abadinya.

Namun, menurut saya tidak perlu terlalu senang dulu dengan kehadiran Klok di Bandung. Karena ada beberapa hal yang patut dipertanyakan mengenai sosok pemain ini. Kepergian Klok dari Jakarta meninggalkan kesan yang kurang baik, secara otomatis kedatangan Klok di Bandung pun akan membawa polemik.

Berkaca pada proses perpindahan di klub sebelumnya, menurut saya, Marc Klok tipikal pemain yang nggak betahan. Pada awal kedatangannya di Indonesia, Klok dikontrak oleh PSM Makasar. Lalu hengkang dari PSM menuju Persija padahal dia masih menyisakan kontrak selama empat musim lagi di PSM. Setelah sampai di Jakarta, Klok hanya bertahan selama satu tahun setengah. Dan akhirnya berlabuh ke Bandung padahal masih menyisakan kontrak sampai tahun 2024 di Persija.

Dilihat dari kasus tersebut, sebaiknya Bobotoh jangan berharap banyak mengenai loyalitas pemain yang satu ini. Lagi pula, loyalitas seperti apa yang bisa diharapkan dari pemain yang baru pindah kewarganegaraannya. Loyalitas yang abadi dalam sepak bola hanya ada dalam tubuh suporter. Dalam diri pemain? Itu sifatnya semu. Hanya pemain-pemain tertentu yang memiliki loyalitas terhadap klub.

Di PSM dan Persija Klok dikenal sebagai pemain bintang, kualitasnya sebagai gelandang tidak perlu diragukan lagi. Namun, apakah dengan situasi liga yang tidak berjalan karena pandemi, kualitas Klok akan masih sama seperti sebelumnya? Hal ini patut dipertanyakan. Karena tidak berjalannya liga akan berdampak terhadap performa pemain. Walaupun kualitasnya masih bisa dijaga dan diasah dalam sesi latihan, nampaknya itu tidak akan sempurna. Karena kualitas seorang pemain hanya akan terlihat dalam suatu pertandingan.

Seperti yang sudah saya singgung dalam kalimat terakhir di paragraf empat, kedatangan Klok di Bandung pastinya membawa polemik baru. Selain soal loyalitas dan kualitas, citra Klok di mata publik pencinta sepak bola Indonesia (khususnya Jak Mania) memang sudah sedikit tercoreng. Yang saat ini paling santer disorot oleh publik yaitu mengenai Klok yang berorientasi pada material dan bisnis pribadinya. Tentunya hal tersebut akan berpengaruh terhadap karir sepak bolanya.

Namun, terlepas dari itu semua saya tetap berharap Marc Klok dapat memberikan banyak kontribusi terhadap Persib. Jadi, selamat datang di Bandung, Klok. Dan ingat, nama Persib akan selalu lebih besar dari namamu!