PANCASILA PEMERSATU BANGSA

Tanggal 1 Juni hari libur memperingati hari lahirnya PANCASILA. Sebagai dasar negara Indonesia, pemersatu bangsa, Negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia. Barangsiapa mengaku sebagai orang Indonesia (WNI) haruslah mengakui, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.

PANCASILA PEMERSATU BANGSA
PANCASILA

 

            Pancasila itu digali dan ditemukan di bumi Indonesia oleh Bapak Ir. Soekarno dan dipidatokan beliau pada tanggal 1 Juni 1945, serta disahkan sebagai dasar negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, persis satu hari setelah Indonesia diproklamirkan kemerdekaannya oleh Soekarno – Hatta. Berarti kini sudah 76 tahun  bangsa Indonesia mempunyai falsafah yang begitu hebat.

Menurut Yudi Latif, keampuhan Pancasila sebagai ideologi menuntutnya menjadi ‘ideologi kerja’ (working ideology) dalam praksis pembangunan dan menjadi kerangka paradigmatik dalam pembangunan nasional, yang dibudayakan dalam tiga ranah peradaban: mantal-spiritual-karakter (tata nilai), institusional-politikal (tata kelola), dan material-teknologikal (tata sejahtera). Semua rangkaian usaha pembudayaan tersebut memerlukan pendekatan sosialisasi dan internalisasi Pancasila secara lebih kreatif dan holistik, meliputi dimensi kognitif, afektif dan konatif, yang dapat memengaruhi pola pikir, sikap dan pola tindak sesuai nilai-nilai Pancasila.

Pancasila itu milik bersama seluruh rakyat Indonesia, jadi barangsiapa mengaku sebagai orang Indonesia (WNI) haruslah mengakui, mengamalkan dan mengamankan Pancasila. Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, kita semua perlu menyadari bahwa Pancasila sebagai norma ketatanegaraan satu-satunya yang merupakan karya luar biasa dari para pendiri bangsa (founding fathers). Pancasila tidak sekedar ‘alat’ pemersatu bangsa yang sarat dengan nilai-nilai toleransi tetapi juga nilai-nilai progresif yang bisa membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil dan makmur dengan mempelajari dan mengelola SDA, SDM, melalui IPTEKS secara kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, Pancasila sudah harus diajarkan sejak dini usia dan berlanjut terus sampai ke Perguruan Tinggi di seluruh wilayah NKRI.

Penulis berpendapat belum lah terlambat, kalau saja guru-guru  Sekolah Dasar di seluruh Indonesia bersatu, membangun anak-anak Indonesia berkarakter Pancasila. Inilah saat yang paling tepat untuk membuat Standart Operating Prosedure (SOP) dan menjalankan bagaimana menjadikan masyarakat Indonesia yang Pancasilais seutuhnya menuju Indonesia emas di tahun 2045. Kalaulah saja nilai-nilai Pancasila mau dibumikan/diinternalisasikan, diamalkan dan diamankan, itu sangat tergantung dari niat dan tindakan seluruh warga bangsa yang memiliki integritas di segala aspek kehidupan (Ipoleksosbud-hankam).

Dengan Pancasila itu bangsa Indonesia yang hidup terpencar-pencar di pulau-pulau yang berjumalh 17.508 di seluruh wilayah nusantara, yang mencapai 300 kelompok etnik dengan jumlah suku 1.340, dengan berbagai budaya dan adat-istiadat yang berbeda-beda dapat disatukan melalui rasa solidaritas, berakal sehat, berakhlak, bertakwa, beretika, bermoral, memiliki tenggang rasa (tepo seliro), pengendalian diri (moderasi), jujur, adil dan beradab, yang kesemuanya itu merupakan ‘kunci’ untuk hidup di NKRI dengan rukun dan damai.

Dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno telah menguraikan rumusan Pancasila, momen gagasan Pancasila pertama kali diutarakan di depan umum. Setelah melalui beberapa kali perubahan, akhirnya disepakati bahwa rumusan Pancasila adalah:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Berdasarkan kesaksian dari pelaku sejarah dokumen Sidang BPUPKI dan PPKI, jelas bahwa kelahiran Pancasila itu tanggal 1 Juni 1945, tak perlu diperdebatkan lagi karena kita sebagai bangsa modern perlu belajar dari sejarah yang berbasis data (based on data). Sebab apabila Pancasila goyah, terlalu besar risikonya buat bangsa ini, Indonesia bisa terpecah belah dan akan bermunculan benih-benih permusuhan/ kebencian di antara bangsa yang sudah bersatu ini. ‘Aku Pancasila - engkau Pancasila - kita sama-sama memiliki ideologi yang sama yaitu Pancasila’.

Mencermati isu SARA (Suku-Agama-Ras-Antargolongan) yang marak akhir-akhir ini, pemerintah harus segera mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu (spirit Sila ke 3, Persatuan Indonesia) dan spirit Bhinneka Tunggal Ika, nasionalisme yang berketuhanan merupakan landasan  ideologi yang final bagi bangsa Indonesia. Tidak ada tempat lagi bagi perusuh  yang ingin memecah belah dengan ide-ide sesatnya. Kita perlu terus menjaga spirit kebangsaan dan keindonesiaan di tengah situasi dan kondisi bangsa seperti apapun.

Bangunan berbangsa dan bernegara kita sekali lagi sudah final, kita adalah bangsa yang berketuhanan yang maha esa dan yang berorientasi kepada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi apapun agama, suku, ras dan golongannya tidak perlu dipermasalahkan lagi, karena nilai-nilai humanisme universal dijunjung tinggi dalam bingkai Sila ke 2, yakni Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sebagaimana kita tahu dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dari kanak-kanak sampai dewasa, bahwa rumusan Pancasila itu terdapat dalam Mukadimah UUD 1945 yang tidak dapat diubah/ditambah/dikurangi oleh siapapun dan sampai kapanpun, artinya sudah dibakukan dan terjaga otentitas rumusannya.

Pendidikan Pancasila merupakan pendidikan wajib di Indonesia yang secara yuridis terdapat pada Pasal 31 UUD 1945 tentang Pendidikan. Bahwa Pancasila wajib diajarkan di Perguruan Tinggi adalah berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 265/Dikti/Kep/2000 tentang penyempurnaan kurikulum inti mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Pancasila pada Perguruan Tinggi di Indonesia. Karena tujuan Pendidikan Pancasila dapat membentuk warga negara yang baik dan benar, dan juga paham akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta memiliki rasa cinta tanah air dan nasionalisme terhadap Negara Indonesia.

Pancasila adalah identitas nyata bangsa Indonesia, Pancasila adalah pemersatu bangsa Indonesia, dan Pancasila adalah bintang penuntun bangsa Indonesia untuk bisa berpikir kreatif dan inovatif, sehingga menjadi bangsa yang berdaulat. Oleh karena itu, sebagai WNI kita harus merealisasikan serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di dalam kehidupan sosial, dengan tujuan membangun bangsa Indonesia yang berkarakter dan bermoral. Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila; mari perkokoh Persatuan dan Kesatuan!.

 

Jakarta, 31 Mei 2021

Salam Pancasila dari penulis: E. Handayani Tyas – tyasyes@gmail.com