Perbedaan Pandangan Orang Tua dan Anak Tentang Kelanjutan Masa Depan

Perbedaan Pandangan Orang Tua dan Anak Tentang Kelanjutan Masa Depan

Momen-momen menjelang seleksi masuk perguruan tinggi merupakan momen-momen yang sangat dipikirkan oleh sebagian besar orang tua yang mempunyai anak yang berada pada tahun terakhir sekolah menengah atas. Tak jarang orang tua dengan sang anak memiliki perbedaan pandangan terkait di manakah sang anak akan melanjutkan studinya. Orang tua dibuat pusing karena harus memikirkan apakah anak mereka akan memiliki masa depan yang sukses dan menjanjikan, sehingga menargetkannya untuk masuk di jurusan dan/atau perguruan tinggi ternama.

Lain halnya dengan sang anak yang ingin mengikuti passion mereka dan tidak mempunyai ketertarikan terhadap jurusan dan/atau perguruan tinggi yang orang tuanya targetkan. Tentu hal semacam ini, bagi sebuah keluarga, tidak seharusnya berlangsung lama karena dapat merenggangkan hubungan antara orang tua dan anak. Lalu, bagaimanakah cara bagi orang tua dan anak agar mereka dapat menemui titik temu bagi masalah mereka?

Yang harus dilakukan pertama, yaitu melakukan pembicaraan empat mata. Mereka dapat membicarakan masing-masing kelebihan jurusan yang mereka inginkan seperti biaya kuliah, prospek kerja, passing grade (besar presentase ketetatan persaingan masuk tiap jurusan dan/atau perguruan tinggi), dan lain-lainnya. Pembicaraan sebaiknya dilakukan dengan kepala dingin, yang artinya tanpa menggunakan emosi yang tinggi. Saling menerima dan hargai semua pendapat, baik dari orang tua maupun anak. Semakin cepat dilakukan, semakin baik mengingat sang anak harus lebih tenang dan siap saat belajar dalam mempersiapkan seleksi masuk perguruan tinggi. Tidak lupa para orang tua memberikan support pada sang anak dalam jatuh dan bangun selama momen menjelang seleksi mauk perguruan tinggi.

“To us, family means putting your arms around each other and being there.” –Barbara Bush