Poesual Art: Alihwahana Puisi

Poesual Art: Alihwahana Puisi

Poesual Art, semacam ruang kolektif yang mencoba kemungkinan untuk mengubah puisi ke dalam bentuk film: berangkat dari teks, mereduksi musik, teater, dan unsur sinematik lainnya. Beberapa puisi yang telah selesai digubah, antara tahun 2019-2020, antara lain:

Sajak Ini, Cintaku, seperti Hujan di Akhir Desember

Jalan Yang Lain

Kepada Nun

Menulis Puisi

Hasilnya dapat dilihat di kanal YouTube Poesual Art, atau klik pada judul-judul di atas. Puisi-puisi berbahasa Indonesia tersebut pada awalnya saya publikasikan di Pikiran Rakyat, Jurnal Sajak, dan Basabasi.co.

Poesual Art juga mengambil puisi-puisi berbahasa Sunda, yang diambil dari buku Lalayaran Luhureun Heulang, antara lain:

Flu

Gramofon

Kasarung

Berberapa hasil garapan melenceng dari tujuan awal yang menyasar film. Beberapa mungkin hanya menjadi video art saja.

Ketika mulai dipublikasikan, beberapa orang pernah menanyakan harga produksi. Padahal garapan ini sama sekali tidak mengandalkan modal berupa uang. Saya dan kreator lain yang ikut terlibat tidak punya uang, juga tidak punya sponsor. Rasa lapar, bingung mencari logistik, dan kesulitan lainnya kadang-kadang menghasilkan eksplorasi yang tidak terpikirkan sebelumnya. Semuanya bisa terlewati dengan berpegang teguh pada semangat gembel-kolektif-absolute.

Untuk itu, garapan ini berhutang banyak pada kebaikan sejumlah kolektif yang berkenan membantu, baik secara langsung atau pun tidak langsung. Terima kasih pada Teater Awal Garut, HumaField, Posthandmade, Diskusi Malam, RCB Kolektif, Diskusi Malam, Dogmie Crazy, Ruang Kampus, dan Rumah Koclak.

Terkhir, garapan gembel-kolektif-absolute ini rasanya tidak akan terselesaikan apabila tidak ada kenekatan individu bernama M. Alfi Fahroji. Meski ini kerja kolaboratif, tapi ialah individu yang selalu terlibat dalam tiap garapan, sejak konsep hingga publikasi.

Semoga semua makhluk berbahagia.
Semoga pandemi lekas berakhir.

Deri Hudaya
Poesual Art, 2021.