Prinsip Komunikasi Agar Hubungan Senantiasa Harmonis

Cara agar hubungan anda tetap berjalan, dengan pendekatan ilmu komunikasi.

Prinsip Komunikasi Agar Hubungan Senantiasa Harmonis
Ilustrasi keretakan dalam sebuah hubungan (Pexels/ Vera Arsic)

Pernah gak sih pembaca mengalami kegagalan, ketika berkomunikasi dengan orang tersayang? Sehingga membuat hubunganmenjadi runyam. It's okay hal demikian sudah biasa terjadi dalam komunikasi. Namun, setelah penulis berikan pemahaman dasar, semoga perkara demikian tidak terjadi lagi. Berikut ini, penulis akan berikan prinsip agar hubungan Anda tetap berjalan, dengan pendekatan ilmu komunikasi.

  • Sebelum komunikasi siapkan dulu bahannya

     Di dalam komunikasi terdapat lima unsur, komunikator [orang yang berbicara], komunikan [orang yang diajak bicara], pesan [isi pembicaraan], media [cara komunikasi bisa berlangsung], dan efek [dampak dari komunikasi]. Semua unsur tersebut harus saudara perhatikan dengan baik, dengan cara sebelum berkomunikasi Anda harus mempersiapkan terlebih dahulu. Kita harus bisa menjawab pertanyaan ini, Apa tujuan kita berkomunikasi? Bagaimana karakter lawan biacara? Apa kesukaannya?  Dengan memahami karakter pasangan, apa bila bertipe introver (pendiam) maka kita harus lebih mendominasi di dalam komunikasi, sedangkan apabila ekstrover (suka bicara) maka penulis sarankan saudara lebih banyak mendengarkan. Itu mengenai bagaimana kita berkomunikasi. Sedangkan kesukaan pasangan nanti akan menentukan topik pembicaraan. 

  • Perhatikan kondisi perasaannya

 

    Memperhatikan kondisi perasaan pasangan sangat urgen, apa bila orang acuh akan mengakibatkan keretakan hubungan. Cobalah pahami kebutuhan misal, manakala dia butuh kasih sayang maka perhatikan, namun harus tetap rasional dan jangan berlebihan nanti malah dianggap menyinggung.

  • Bagaimanapun keadaan jangan marah

   Biasanya ketika kita menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi, maka perasaan ketidaksukaan akan muncul. Hingga, ada keinginan untuk meluapkan perasaan (emosi marah). Di dalam komunikasi bentuk marah bisa terjadi apa bila komunikan tidak sesuai dengan kehendak komunikator, contoh apabila kita sudah banyak bicara namun, komunikan tidak mendengarkan dan malah fokus ke hal lain. Timbul stimulus tidak dihargai, muncul respon perasaan benci, titik puncaknya meluapkan emosi marah dengan mebentak komunikan. Hal demikian sangat berbahaya dan akan membuat rentaknya hubungan. Cara apabila kita dalam kondisi demikian, bertanyalah kepada komunikan dengan baik-baik. Kemudian, berilah kesempatan kepadanya untuk berbicara, cobalah menjadi pendengar yang setia. Apa bila dia masih tetap tidak memperhatikan omongan kita, maka ubahlah topik sesuai yang disukainya. 

  • Hindarilah perdebatan

    Di dalam komunikasi, berdebatan bisa meretakkan hubungan yang harmonis. Hindarilah perdebatan carilah persamaan, manakala dengan karakter orang yang secara pemikiran kurang terbuka. Jika kita terus memaksakan, maka sama saja kita menyiapkan diri untuk masuk ke jurang perpisahan.

  • Tingkatkan Intensitas dalam berkomunikasi

   Keterbukaan dan kepercayaan di dalam ilmu komunikasi, yang sudah penulis pelajari, merupakan sumber dari keharmonisan hubungan antar umat manusia. Supaya kita bisa membangun hal tersebut, maka kita harus sering bertukar pemikiran. Seringlah berkirim pesan setiap hari kepada pasangan Saudara, supaya hubungan terus terjalan. Hendaknya topik yang dibicarakan beranekaragam, jangan stagnan di satu hal tapi cobalah hal yang baru, supaya tidak bosan.