SABAR…….PAGEBLUG BELUM USAI

Sabar, sebuah kata yang harus benar-benar diimplementasikan ke dalam cara hidup kita di saat-saat seperti ini. Bertindak sabar dan tawakal adalah obat yang manjur selain rasa bahagia dan gembira, yang konon dapat meningkatkan imun tubuh seseorang. Kalau kita tidak sabar, bisa jadi cemas, ketakutan sehingga tubuh menjadi sakit.

SABAR…….PAGEBLUG BELUM USAI
Ilmu Tingkat Tinggi

 

 

            Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau yang biasa disebut dengan PPKM level 4 diperpanjang lagi dari tanggal 26 Juli 2021 sampai dengan tanggal 2 Agustus 2021. Semua ini dilakukan pemerintah tentu sudah dengan pertimbangan matang demi keselamatan seluruh rakyatnya. Tren penularan covid-19 masih fluktuasi, naik turun dan belum reda sama sekali. Kita harus bersatu, pandemi ini perlu kita hadapi dengan kompak, perlu kerja sama supaya kita bisa bersama-sama keluar dari krisis yang mendera.

            Oleh karena itu, sabarlah para orangtua ketika mendampingi anaknya belajar di rumah, sabarlah para guru dan semua pendidik serta tingkatkan terus kompetensi masing-masing untuk membuat pembelajaran yang menarik, mudah dipahami, kreatif dan inovatif, sehingga para peserta didik mulai dari SD sampai dengan perguruan Tinggi tidak mudah merasa bosan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Karena Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekalipun dilaksanakan secara terbatas dan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat masih belum dapat digelar.

            Penulis sangat prihatin dengan anak-anak yang sudah pada gelisah, karena nyaris ‘kehilangan’ masa kanak-kanaknya, seperti bermain bersama rekan sebayanya, belajar bersama, ketawa bersama, dan sebagainya. Walaupun, semua itu bisa diatasi dengan gadgetnya. Bahkan sampai-sampai ada yang mengalami gangguan psikhis akibat kecanduan media sosial (medsos) dan tak mau pisah dengan HP. Sepertinya orang sekarang ke mana pun, di mana pun dan kapan pun tak bisa jauh dari HP nya. Kini medsos menjadi semacam etalase sekaligus ‘dinding ratapan’ bagi pemiliknya.

            Padahal sesungguhnya jika orang sudah kecanduan medsos bisa mengakibatkan dampak yang pastinya tidak baik bagi kesehatan jiwa, terutama bagi anak-anak, sehingga kita semua harus bertindak bijak manakala aktif menggunakan medsos. Belum lagi jika tidak bisa memilih dan memilah antara kebenaran dan hoax (kabar tidak benar karena tidak sesuai dengan kenyataan). Berseliwerannya hoax sangat mengganggu kehidupan banyak orang dan yang paling membahayakan, misalnya orang tidak percaya adanya virus corona, memang yang namanya virus ya pasti tidak bisa dilihat secara kasat mata, kecuali  menggunakan mikroskop electron.

            Sabar adalah sebuah kata yang harus benar-benar diimplementasikan ke dalam cara hidup kita di saat-saat seperti ini. Makna sabar, yang dalam bahasa Inggris nya patient adalah apabila seseorang mampu menerima semua ujian atau cobaan, halangan dan tantangan dengan tabah, bisa menahan diri termasuk menahan diri dari sifat pemarah dan suka berkeluh kesah, artinya mampu menghadapi semua persoalan. (Jadi ingat lagu: ‘Sabar dalam susah sukar mu, ….. sabar Tuhan ada serta mu….. dan seterusnya…….’).

            Anak-anak adalah generasi muda, menjaga/melindungi anak hari ini berarti menyelamatkan masa depan bangsa. Merawat dan membimbing mereka untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik karena mereka adalah aset bangsa. Pemerintah pun menaruh perhatian yang begitu besar untuk segera melakukan vaksinasi kepada anak-anak, khususnya mereka yang berusia (12 – 18 tahun). Usia remaja ini sangat rentan dengan gangguan psikosomatik (Psikosomatis adalah gejala fisik yang muncul akibat pikiran dan emosi).

Penyakit psikosomatis adalah kondisi yang menggambarkan saat munculnya penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh kondisi mental, seperti cemas dan stres. Secara etimologis psikosomatis terdiri dari dua kata, yakni pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Jadi secara harfiah psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Kalau pikiran kacau, tubuh menjadi terganggu dengan munculnya berbagai penyakit, rasa sakit dan sedih sangat memengaruhi imun tubuh. Jika imun tubuh turun maka rentan dihinggapi virus.

Bertindak sabar dan tawakal adalah obat yang manjur selain rasa bahagia dan gembira, yang konon dapat meningkatkan imun tubuh seseorang. Kalau di atas sudah dibahas tentang sabar, maka (dalam Agama Islam), tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan. Bahkan ada yang percaya bahwa orang sabar itu dikasihi Tuhan. Oleh karena itu, bertindaklah sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Percayalah bahwa setiap masalah tentu ada jalan keluarnya (‘Tidak ada produsen gembok yang tidak menyertakan kuncinya’).

Masa kanak-kanak adalah Golden Moment, kebersamaan dengan kawan-kawan terutama bagi anak SD adalah cara melatih interaksi sosial anak untuk masa depan mereka. Tahun ajaran baru 2021/2022 telah dimulai, banyak anak yang bertanya-tanya tentang kapan sekolah mulai dibuka dan PTM yang sudah dirindukan mereka segera dijalani. Penulis sangat memahaminya dan  ingin segera bisa mengembalikan interaksi aktif melakukan pembelajaran. Secara sosial pun gara-gara pandemi covid-19 berpengaruh pada psikologis anak. PJJ  atau pembelajaran secara daring diakui oleh para orangtua tentang berkurangnya kedisiplinan dan kejujuran, sementara di sisi lain rasa jenuh dan bosan selalu dikeluhkan.

Jumlah anak di Indonesia ada sekitar 80 juta an (umur 1 – 17 tahun) yang nantinya akan memasuki usia produktif pada tahun 2030 – 2040, mereka akan menjadi salah satu penentu keberhasilan bangsa yang kita kenal dengan ‘bonus demografi’. Pernah terbersit dipikiran penulis tentang bonus demografi ini nantinya akan menjadi ‘berkah’ atau sebaliknya menjadi ‘musibah’ kalau kondisinya tidak segera membaik. Undang-Undang Perlindungan Anak menjamin hak setiap orang untuk mendapat masa kecil yang aman, sehat dan bahagia.

Kesehatan jiwa anak semakin rentan selama masa pandemi covid-19, kesejahteraan emosi anak juga menjadi terganggu, karena mereka tidak bisa melakukan hal-hal di luar ruangan. Perlu diketahui oleh para orangtua tentang timbulnya gejala gangguan kesehatan jiwa pada anak, antara lain: karena PJJ, sehingga anak terlalu lama menatap gawai; ketakutan ketularan virus; banyak berita yang menakutkan; kurang aktivitas fisik. Semua itu akan berakibat anak sulit makan, sulit tidur atau kalau pun tertidur anak akan sering mengalami mimpi buruk; sering menangis tanpa alasan; anak jadi takut ditinggal sendiri, padahal dulunya sebelum wabah virus corona mereka sering ditinggal orangtua yang harus beraktivitas di luar rumah.

Mencermati hal-hal yang menakutkan itu, tidak ada kata lain selain sabar dan tawakal, saling mendukung dalam perbuatan baik, saling memberi semangat, saling menguatkan, menciptakan perasaan optimis dan gembira, membuat suasana bahagia. Sabar……. sebuah kata yang singkat namun sarat makna; ‘badai pasti berlalu!’

 

Jakarta, 26 Juli 2021

Salam penulis; E. Handayani Tyas, Universitas Kristen Indonesia – tyasyes@gmail.com