Spesial Tidak Pakai Telur

Spesial Tidak Pakai Telur
Foto: pixabay

Namanya Pinky. Perempuan berambut hitam, tebal dan ikal ini tidak mengonsumsi telur. Sepertinya demi kesehatan, karena dia alergi telur. 

Teyoy. Begitu si Pinky ngasi sebutan sayang pada telur, si bahan yang tidak dia gunakan itu. Tiap ada teman di grup WA posting foto makanan berbau telur, dia pasti memberi respon dengan sebutan sayang itu plus emoticon kera nutup mata. Entah apa hubungannya dengan kera. Mungkin sama-sama tidak makan telur. Hehehe.

Jadi, Pinky selalu punya cara menyiasati agar tidak perlu telur dalam masakan. Supaya masakannya jadi spesial, alias khusus buat dia.

Memang berlawanan dengan konotasi spesial yang identik dengan telur, ya? Coba, zaman dulu kalo kita pesan nasi goreng spesial, artinya, kan, pakai telur?

Tetapi, jika dipikir-pikir lagi, tanpa telur justru spesial, loh? Karena, ketika telur dihilangkan dari bahan makanan, sering kali bikin repot. Ayo, bikin perkedel kentang tanpa telur? Ambyar! Bikin pangsit tanpa telur, ternyata kurang uhui. Apalagi bikin ceplok tanpa telur. Hahaha.

Etapi, jangan salah. Namanya manusia itu bisa nemuin cara-cara kreatif. Termasuk urusan telur dalam masakan. Ga percaya? Lha itu, si Pinky, juga kalangan vegan? Mereka termasuk golongan kreatif urusan meniadakan telur dari makanan mereka.

Telur itu urusannya ada tiga dalam makanan. Ia diharapkan menambah rasa gurih, mengikat adonan, serta memberikan tekstur lembut. Dua tugas terakhir itu yang biasanya harus diakalin. Bisa? Bisa dong!

Caranya pakai substitusi ato pengganti telur. 

Salah satu bahan yang bisa nggantiin peran telur adalah pisang. Pisang setelah dilumatkan akan berupa bahan lembek yang lengket. Kapan coba bikinlah banana pancake. Ga usah pake telur. Pasti jadi. Ato bikin banana bread, tanpa telur. Jadi. Enak lagi! Ada lagi yang tak kalah enak: banana ice cream. Potongan pisang dibekukan dulu, baru diblender. Bisa dicampur stroberi, ato mangga beku. Yummy dan vegan friendly.

Memang, tidak semua yang butuh peran telur trus dikasi pisang. Pasti ada yang ga cocok. Masak bikin perkedel kentang, dikasi lumatan pisang? Hehe. Jadi emang harus nyesuaiin dengan yang mo dibikin, sih.

Beberapa pilihan pengganti telur yang lain adalah flax seed, aquafaba, buttermilk, ... apalagi ya? Masih ada beberapa lagi, antara lain bubuk kedelai, tahu, dan tapioka. 

Flax seed itu biji rami. Flax seed harus diancurin dulu, ditambah air, lalu diamkan beberapa saat supaya mengental. Aquafaba adalah air dari chickpea kalengan. Aquafaba biasanya dipakai sebagai pengganti putih telur di beberapa resep cake. Aquafaba ini belum pernah nyoba, sih. Kalo buttermilk jelas ga cocok buat yang vegan.

O ya, saking kreatifnya, ada lho yang bikin telur ceplok vegan. Bahan untuk meniru kuning telur berasal dari labu kuning dengan kombinasi beberapa bahan lain. Ternyata bisa ya, bikin ceplok tanpa telur. Ralat, dong, kalimat di paragraf kelima tadi. Hehe.

Eh, pada mo cicip banana bread bikinan Pinky? Tunggu dia komentar, ya? Peace, Pink. Xixixi.