Tentang Perjuangan

Darinya aku belajar arti berjuang

Tentang Perjuangan

Dua belas tahun yang lalu, ketika lagi nunggu kelulusan SMA, di sekolah gue ngeliat seorang gadis yang baru lulus SMP dan akan daftar di SMA gue. Karena cewe ini cantik, langsung aja gue ajak kenalan dan kami menjadi akrab.

Ketika dia udah kelas 3 SMA, gue coba tanya apa rencana dia setelah lulus SMA? Dia menyebutkan salah satu profesi yang dia inginkan. Alasannya karena keterbatasan biaya kuliah, maka dia memilih profesi yang cepet kerja tanpa harus kuliah.

"Gak ada yang salah dengan profesi apapun", jawab gue. "Tapi apa gak sayang? kamu kan cerdas. Masa gak kuliah karena keadaan? Gak mau coba buat fight dulu gitu?" Gue mencoba memotivasi. 

Dengan segala keterbatasan yg ada, dia mulai berjuang untuk bisa kuliah. Akhirnya dia kuliah di Biologi UGM dengan bantuan beasiswa bidikmisi. Ketika kuliah inilah akhirnya kami menikah. Ya, gadis cantik itu adalah Yal.

Singkat cerita Yal lulus dari biologi UGM. walaupun kondisinya lagi punya bayi, Yal bisa lulus cumlaude. Waktu itu gue juga heran ngeliat Yal kok bisa bisanya dapet nilai B sedih. Padahal gue dan temen temen deket gue yg pada kuliah di Fisika UGM itu kalau dapet B girang. Soalnya kebiasaan dapet C dan D.

Setelah lulus kuliah, kami hijrah ke Jakarta. yal mulai cari kerja. Yal gak gue ijinin kerja kalau sekedar kerja, karena tanggung jawab cari uang ada di gue. Yal harus kerja sesuai dengan bidang keilmuannya. Jangan kaya gue.

Dengan perjuangan selama hampir 2 tahun mencari kerja, Yal akhirnya dapet kerja yang sesuai dengan keilmuan dia. Hikmahnya sih masa kecilnya Rahma jadi dapet perhatian cukup banyak dari Yal.

Yal kerja di salah satu laboratorium yang ngasih terapi steam cell untuk pasien kanker. Di saat itu, gaji yal lebih besar dari gaji pokok gue. Hal ini nggak jadi masalah buat kami.

Alhamdulillah, selain dapet benefit dan pengalaman kerja di Lab ini, yg lebih membahagiakan bagi kami adalah Yal juga dapet kesempatan bisa bermanfaat untuk orang lain.

Gak lama setelah itu, Yal dapet beasiswa LPDP untuk lanjut S2 Biologi UGM. Gue bilang, "ya gapapa kalau mau kuliah di Jogja. Mas yg ngalahin tiap weekend PP Jakarta-Jogja".

Ternyata malah Yal yang dengan kebesaran hatinya ngalah. Dia daftar program Biomedik UI supaya tetep di Jakarta, dan setelah keterima baru mengajukan perpindahan kampus ke LPDP.

Kuliah di biomedik, Yal ambil Onkologi (ilmu kanker). Ternyata kuliah di sini juga ada tantangan tersendiri. Walaupun dibebaskan matrikulasi karena hasil tesnya baik, ternyata Yal harus kuliah 2 semester lebih lama dari jadwal. 

Gak sedikit drama yang harus dilalui, termasuk ketika sel sample penelitiannya mati sehingga harus ngulang dari awal.

Gak jarang pula penyeselan keluar dari mulut Yal, "ah seandainya dulu kuliahnya di UGM, pasti udah lulus dari kemarin kemarin".

Tentu saja gak ada yang bisa gue lakukan selain menyemangati dan memotivasi, ya paling kalau pas gue lagi di rumah gue bantu pijetin dan bikinin indomie.

Tentu seperti biasanya, Yal being Yal, semangat juangnya tetap tinggi. Dan dalam kondisi hamil besar, Alhamdulillah hari ini Yal lulus sidang tesis dengan penelitiannya tentang sel kanker payudara.

Sekali lagi gue tekankan bahwa tidak ada yg salah dengan profesi apapun, termasuk cita2 Yal dulu itu. Selama pekerjaannya dikerjakan dengan ikhlas dan sungguh sungguh.

Tapi lagi lagi Yal membuktikan bahwa dengan perjuangan lebih, dia bisa lebih bermanfaat buat orang lain.

Yal lulus tidak cumlaude karena syarat cumlaude di sini 3,71 sedangkan IPK dia 3,70.

Nyesek gaktuh? Buat gue sih ngga, karena menurut kaca mata gue, walau sedikit, dengan penelitiannya itu dia udah berkontribusi untuk peradaban. Ini yg lebih penting dari sekedar pujian cumlaude. 

Terima kasih istriku sudah mengajariku tentang arti perjuangan.

Lalu apa selanjutnya?

Yang jelas sekarang fokus lahiran adek. Semoga lahirannya lancar, Yal dan Adek sehat sehat semua. Lalu setelah itu ya terserah Yal.

Mau kuliah lagi gue support, mau kerja lagi juga boleh, mau buka bisnis atau bantuin bisnis gue juga ayo. Mau di rumah aja juga gapapa. Yang penting Yal jalaninnya dengan happy.