Terbayangi Sepi

Terbayangi Sepi

Halo sepi ini saya lagi
Apa kabar kamu yang setia menanti
Saya sempat pergi eh ketemu kamu lagi
Yah akhirnya kita bergumul resah disini
Hanya saya dan kamu, sepi

Kali ini saya mencoba lebih waras
Tidak seperti dulu yang.. ah sudahlah
Saat itu saya sedang kalut
Dirubung pikiran dan kondisi kemelut
Banyak faktor eksternal ikut mencarut
Berkat pergulatan batin berlarut-larut

Tahun ini saya telah berdamai dengan hati
Prosesnya saya jalani dengan sangat privasi
Ternyata puncaknya jadi ringan sekali
Duh buat apa saya membawa dendam pribadi
Mereka rupanya hanya bisa menyakiti
Selama ini saya tertipu sama diri sendiri

Jadi bagaimana saya kali ini menyikapi sepi
Padahal beban hati sudah berkurang banyak sekali
Namun rasanya tetap pedih terbelit sunyi
Pada situasi yang belum pernah saya alami
Sudah menganggur lalu terjadi pandemi

Untuk apa pula saya menulis curahan hati ini
Apakah para pembaca kemudian seolah menemani?

Mungkin ini proses yang lain lagi
Sesuatu yang baru untuk saya lalui
Dan menjadi pelajaran hidup yang abadi
Hikmahnya bisa saya bagikan masa kini dan nanti