Ambulans Di Hari Yang Hujan

Ambulans Di Hari Yang Hujan
Ambulans pixabay

"Maa ... Mamaa! Ada ambulans berenti di depan rumah Pak RT, petugasnya memakai APD lengkap! Apa Pak RT Rahmad positif covid, Ma?" Tanya Vio setengah panik.

"Iya sayang, di grup RT sudah diinfokan. Pak RT sudah ditangani sesuai prosedur prokes covid 19. Kita doakan saja semoga Pak Rahmad cepat sembuh ya," mataku tak lepas memandang hujan yang mengguyur deras sore ini. 

Terlihat petugas medis yang sibuk mengevakuasi Pak Rahmad untuk dirujuk ke rumah sakit.

"Ma, kok bisa Pak RT terkena covid ya ma?" tanya Vio lirih nyaris berbisik.

"Kan dia yang paling rajin mengingatkan kita tentang 3M ya?" Lanjutnya.

"Betul sayang, setiap orang yang terpapar virus covid 19 ini reaksi tubuhnya bisa berbeda-beda, tergantung imun tubuh orang itu. Ketika imun lemah maka virus mudah menyerang."

"Yang perlu diwaspadai adalah adanya penyakit penyerta atau komorbid seperti Pak RT ini, yang menderita hypertensi, harus terus dikontrol penyakitnya hingga tidak memperparah kondisi tubuhnya ketika terpapar virus covid 19 yang belum ada obatnya ini. "

"Vaksin gimana ma?"

"Vaksin bukan untuk mengobati, tapi lebih untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat covid 19."

"Jangan panik, namun tetap disiplin untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan ya."

"Dan terus makan, minum yang sehat, vitamin, tetap olah raga juga minum ramuan rempah yang sangat membantu meningkatkan imun tubuh kita ya. "

"Nih minum dulu, Mama bikinin wedang jahe plus madu kesukaan kamu."

"Terima kasih, Ma." Dengan tersenyum Vio menerima secangkir wedang jahe yang masih mengepul.

"Asyeek nih, hujan-hujan gini minum wedang hangat, cocok banget."

"Semoga Pak Rahmad cepat sembuh ya, Ma" 

"Amiin .."

Semoga pandemi cepat berakhir, doaku dalam hati.