Covid…..Oh Covid, Jangan Lagi Kau Datang Menghimpit

Tetap waspada karena covid-19 masih ada. Mengisi liburan anak sekolah dengan kegiatan di rumah sesuai dengan minat dan kreativitas masing-masing.

Covid…..Oh Covid, Jangan Lagi Kau Datang Menghimpit
Waspada Covid-19

 

 

            Suara riuh rendah anak sekolah baru saja mulai terdengar namun, covid dengan nama barunya BA.4 dan BA.5 sudah mengintip dan mengganggu kita lagi. Pengajaran model daring sudah cukup lama berlangsung dan baru saja pembelajaran model luring dimulai. Akankah kita harus kembali ke model daring lagi? Di wilayah DKI Jakarta yang tadinya sudah melandai sampai dua digit kini menanjak terus menjadi tiga digit dan bahkan di hari-hari belakangan ini sudah mencapai empat digit, yang artinya sudah mencapai ribuan kasus orang yang terpapar covid-19.

            Karakteristik BA.4 dan BA.5 itu konon lebih cepat menular dan bisa menginfeksi ulang sehingga dapat memicu lonjakan jumlah kasus covid-19 di Indonesia. Jadi kita harus tetap waspada sebab covid-19 masih ada. Walaupun masyarakat Indonesia sudah memiliki kekebalan, lebih baik kita tetap waspada untuk menjaga menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Masyarakat harus tetap melindungi diri dengan tetap menggunakan masker dan sedapat mungkin menghindari kerumunan.

            Pemerintah harus giat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya disiplin diri guna mencegah penyebaran kasus lebih luas. Peningkatan kasus harian covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir perlu benar-benar diwaspadai. Kebiasaan memakai masker rupanya belum waktunya dilonggarkan sebab melepas masker masih menjadi hal yang mengkhawatirkan. Semua pihak harus tetap waspada karena situasi bisa saja memburuk sewaktu-waktu. Jangan sekali-kali merasa sudah aman bila sudah divaksinasi dosis ke dua atau ke tiga (booster).

            Vaksinasi covid-19 memang harus dimaksimalkan dan dioptimalkan agar penyebaran covid-19 bisa dikendalikan, apalagi di saat-saat anak sekolah mulai libur. Tahan dulu bereforia, penulis prihatin juga merasakannya karena rapor kenaikan kelas sudah diterima, biasanya langsung disambung dengan liburan keluarga sebelum dimulainya tahun ajaran baru pada pertengahan Juli nanti. Wajah-wajah ceria dan penuh harap sudah membayang ‘terpaksa’ harus patuh peraturan. Bukankah mencegah adalah lebih baik daripada mengobati dan sesal kemudian tak berguna.

            Masa liburan sekolah ini bisa diisi dengan yang sifatnya mengedukasi meskipun dilakukan di rumah. Bagi anak-anak TK dan SD misalnya dengan berbagai macam permainan seperti menyusun puzzel, menggambar, bermain musik, menyanyi atau menari; sedang bagi anak-anak SLTP dan SLTA bisa belajar kreativitas, memasak dan membuat aneka kue, orangtua menyalurkan bakat musik dan menyanyi, berkebun dan masih banyak lagi kegiatan yang cocok bagi usia mereka. Sedang yang sudah duduk di perguruan tinggi, bisa saja diarahkan untuk rajin membaca, menulis atau meneliti sehingga di semester akhir kuliahnya lancar menyusun skripsi dan lulus tepat waktu.

            Sekalipun covid menghimpit manusia jangan menyerah, kita semua kreatif karena diciptakan oleh Sang Kreator yang luar biasa. Justru dalam kondisi ‘sulit’ seperti sekarang ini kita perlu menjaga atau menciptakan hidup damai dalam keluarga karena banyak anggota keluarga yang dalam waktu lama harus tinggal bersama serumah, menjaga jangan sampai ada selisih paham satu sama lain agar harmonis dan bertambah pengetahuan karena saling membelajarkan diri. Bahagia, damai, dan rukun pasti dapat meningkatkan imunitas tubuh di samping makanan cukup gizi, kebiasaan hidup bersih dan tentunya dibarengi dengan istirahat yang cukup.

Mengisi Waktu Libur

            Ciptakan suasana santai dan menyenangkan meskipun itu tidak mudah, akan tetapi memupuk rasa cinta dalam kebersamaan itu merupakan hal yang penting bagi setiap keluarga. Terapkan prinsip terlebih baik memahami dulu baru dipahami, sebagaimana yang dikemukakan oleh Stephen R. Covey dalam bukunya ‘The seven habits of highly effective people’ yang terkenal itu. Bersinergi dan berkolaborasi di antara anggota keluarga adalah sebuah ‘keharusan’ supaya kita menang dalam situasi apapun. Kiranya tak seorangpun yang menolak bahwa kondisi kini kita semua diliputi perasaan was-was (terutama ancaman covid-19). Oleh karena itu, mari kita sepakat untuk mengutamakan jasmani dan rohani yang sehat.

            Secara terencana dan teratur meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga seperti berdoa bersama, bersantai bersama, makan bersama, atau sekedar mengobrol satu sama lain, tertawa bersama, melakukan pekerjaan masing-masing dengan riang tanpa mengeluh apalagi berselisih. Rumah adalah unit masyarakat terkecil, jadikan rumah sebagai tempat yang penuh dengan segala macam kesempatan memberi dan berbagi serta peduli satu sama lain. Terlebih baik menebar kasih sayang dan biasakan meminta atau memberi maaf, sehingga ada damai dan suka cita.

            Ada ketenangan dan kenyamanan suasana hati disetiap anggota keluarga kini menjadi hal penting, sekalipun covid datang menghimpit hadapi saja dengan bijak. Berdoa dan berusaha (ora et labora), senantiasa mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua anugerah-Nya kepada seluruh rakyat Indonesia. Kiranya pandemi segera berubah menjadi endemi dan kita mengalami hidup sehat, terus berkarya dan tetap bersemangat untuk menyongsong hari esok yang lebih baik.

 

Jakarta, 27 Juni 2022

Salam penulis: E. Handayani Tyas; Universitas Kristen Indonesia – tyasyes@gmail.com   

               

Dapatkan reward khusus dengan mendukung The Writers.
List Reward dapat dilihat di: https://trakteer.id/the-writers/showcase.