RAMUAN HERBAL DAN SPA BANTU KUATKAN IMUN DALAM PANDEMI COVID-19 #VaksinSajaTidakCukup

RAMUAN HERBAL DAN SPA BANTU KUATKAN IMUN DALAM PANDEMI COVID-19 #VaksinSajaTidakCukup
Rempah - rempah tradisional Indonesia - dok pribadi


Ramai pemberitaan di media cetak dan elektronik terkait penerima vaksin Covid -19 pertama  untuk Bapak Presiden RI Joko Widodo  yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2021 merupakan angin segar bagi masyarakat Indonesia. Selama kurun waktu kurang dari satu tahun semenjak Indonesia  terpapar positif Covid-19 pada kasus pertama yaitu pada tanggal 2 Maret 2020 tahun lalu.
 

Bagi saya atau sebagian orang, mungkin tidak mengetahui apa sebenarnya tujuan dari pemberian vaksin Covid-19 ini. Pertanyaan yang timbul kemudian dalam benak saya adalah apakah setelah mendapatkan vaksin Covid-19, lantas kita sudah terbebas dari virus tersebut? Pertanyaan ini pasti  terpikir dalam benak kita tetapi tidak tahu apa jawabannya, atau mungkin ada yang sudah tahu tapi masih bingung harus bagaimana.

 

Beruntung saya bisa mengetahui penjelasan terkait hal tersebut dari para pakar yang ahli di bidangnya dalam acara webinar yang  diselenggarakan oleh Baskara (Barisan Masyarakat Anti Kekerasan) dengan tema #VaksinSajaTidakCukup pada tanggal 28 Januari 2021. Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu, karena pemberian vaksin saja tidak cukup. Kita dituntut harus terus meningkatkan imun kita dengan lebih baik lagi, salah satunya adalah dengan pengobatan tradisional. Apa saja sih isinya? Yuk kita simak bersama penjelasannya.

Menurut dr. Alexander K. Ginting, Sp.P, Kabid Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Covid-19 adalah penyakit menular infeksius yang disebabkan oleh Corona Virus jenis baru Sars -Cov-2 yang ditemukan pertama kali di Wuhan Cina pada Desember 2019.

Penyakit ini menyerang organ-organ tubuh multisistem. Pemerintah dalam usahanya menanggulangi virus Covid - 19 dan menekan angka kematian ini adalah dengan cara memberikan vaksin.

Tujuan pemberian vaksin Covid - 19 itu adalah untuk :
1. Menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid -19
2. Mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) untuk mencegah dan melindungi k
esehatan masyarakat

3. Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh
4. Menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi

Tetapi pemberian vaksin Covid-19 saja tidak cukup. Masyarakat juga diminta untuk terus meningkatkan Iman, Aman dan Imun untuk menanggulangi Covid-19.

Pertama adalah Iman yaitu proses penyerahan diri kita kepada Yang Maha Kuasa. Mempertebal keimanan kita adalah yang paling utama sehingga kita lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatunya dengan sikap yang baik. Masing -masing agama dan kepercayaan mempunyai cara-caranya sendiri dalam prosesnya. Misalnya untuk yang beragama Islam lebih meningkatkan ibadah sholatnya.

Kedua adalah Aman yaitu proses di mana kita harus berupaya mengamankan diri kita dari serangan virus Covid 19, dengan cara yang sudah diatur yaitu terus mematuhi protokol kesehatan melaksanakan 3 M. Jangan tanyakan kapan pandemi akan berakhir, tetapi tanyakan kepada diri kita kapan bisa disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Prinsip utama memakai masker adalah sebagai penghalang untuk mengurangi jumlah partikel cairan mengandung virus yang dikeluarkan oleh seseorang.

Begitu pentingnya penggunaan masker sehingga penggunaan face shield saja tidak cukup. Cairan droplet bisa saja masuk dari sela sela face shield karena bagian mulut dan hidung tidak tertutup rapat sehingga masker harus tetap digunakan. Cucilah tangan selalu atau jika tidak memungkinkan bawa handsanitizer ke manapun kita bepergian. Menjaga jarak minimal satu meter itu sangat penting untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Yang terakhir yaitu Imun. Ini juga sangat penting bagi kita. Kenapa? Karena dengan mempunyai imun yang kuat maka kita tidak akan mudah terserang penyakit termasuk oleh Covid-19. Imun adalah benteng pertahanan pertama yang harus kita punya dalam diri masing-masing. Nah, pasti kalian mau tahu bagaimana caranya mempunyai imun yang baik.

Sebagai orang Indonesia, kita bisa memanfaatkan yang ada di lingkungan sekitar yaitu dengan menggunakan obat-obatan tradisional yang biasa kita sebut rempah atau herbal. Rempah-rempah ini mudah kita dapatkan dan harganya pun terjangkau. Bagi suku Jawa yang terbiasa meminum ramuan  seperti empon-empon rasanya tidak sulit untuk terus menjadikan hal tersebut menjadi kebiasaan di masa pandemi Covid-19 ini.

Dalam presentasinya, Prof. Dr. Mangestuti Agil, Apt., MS, Guru Besar Farmakognosi Universitas Airlangga, menjelaskan bahwa kita dapat melawan virus Covid-19 dengan kekuatan rempah Indonesia. Berikut adalah pandangan beliau terkait efek dari Covid -19 yaitu:

  • Obat yang ada mempunyai efek samping yang melebihi manfaat
  • Kondisi pasien yang sudah terlalu buruk untuk disembuhkan
  • Kondisi pasien yang lanjut usia sehingga harapan untuk mendapatkan pengobatan yang aman dan penyembuhan kecil
  • Dokter dan tenaga kesehatan yang kelelahan
  • Fasilitas kesehatan fisik yang tidak mencukupi karena pasien meningkat

    Fakta yang ada mencatat bahwa penularan virus Covid -19 belum berhenti, vaksinasi baru saja dimulai, virus bermutasi, polemik pemanfaatan herbal seperti empon-empon, kalung eukaliptus, handsanitizer herbal dan disiplin protokol kesehatan belum terlaksana secara baik

    Dari pemaparan tersebut didapatkan solusinya yaitu dengan meningkatkan sistem imunitas. Sistem imunitas adalah pertahanan tubuh dalam tubuh setiap orang. Sistem imunitas ini bekerja seperti sistem organ tubuh lain (jantung berdenyut, paru-paru untuk pernafasan). Perannya tak tergantikan dalam melindungi tubuh dari serangan invasive dan respon imun yang selalu siaga setiap saat.
    Maka dari itu kita harus menjaga sistem imunitas kita dengan cara memanfaatkan rempah-rempah yang ada di sekitar kita.

    Jenis rempah-rempah yang bisa dimanfaatkan untuk penguatan imunitas kita  di antaranya adalah bawang merah, bawang putih, ketumbar, pala, jintan hitam, klabet, jahe, kapulaga, fuli, kunyit,  cengkeh, dan masih banyak lagi. Rempah-rempah tersebut mempunyai khasiatnya masing-masing  sebagai antioksidan, antimikrobial, neuroprotektor, antiinflamasi dan antikanker.
    Kita juga bisa menemukannya dalam bentuk berbagai ramuan minuman seperti wedang uwuh, bir pletok, wedhang jahe, kunyit asam, minuman pokak dan minuman bunga telang. Bagi masyarakat Indonesia minuman tradisional ini mudah didapat atau kita bisa membuatnya sendiri dirumah. Sangat mudah bukan? Bahan yang didapat dari alam yang ada disekitar kita dan tanpa disadari bisa jadi kita selalu memakannya disetiap makanan yang kita makan.

    Di samping rempah rempah yang digunakan sebagai minuman atau campuran dalam bumbu masakan, kita juga dianjurkan untuk tidak stress. Stress pada psikis dan  kelelahan secara fisik dapat menyebabkan imunitas kita menurun. Cara supaya kita tetap bugar salah satunya adalah dengan melakukan perawatan spa. Semakin menarik bukan? Lalu apa hubungan perawatan spa dengan imunitas? Ayo kita bahas lebih lanjut.

    Dalam paparannya, dr. Wanarini Aries, Sp.KFR, Departemen Rehabilitasi  Medik RSCM, menjelaskan bahwa di dalam sistem pernafasan terdapat saraf olfaktori yaitu 1 dari 12 saraf kranial, yang merupakan sel reseptor utama untuk indra penciuman. Bekerja memonitor rangsang bau yang dibawa udara ke saluran nafas. Menentukan rasa dan aroma makanan dan minuman, sebagai elemen komunikasi dasar.

Di dalam sel olfaktori terdapat rambut mikro atau silia, yang berfungsi mendeteksi partikel-partikel pembawa bau, partikel akan larut dalam lapisan mukus, silia membawa impuls ke otak. Indra penciuman bekerja pada olfactory cleft di atap rongga hidung, di mana setiap sel  reseptor penciuman hanya akan mengungkapkan satu reseptor bau. Bau-bau primer yang bisa dirasakan: bunga, peppermint, kamper, bau busuk dan tengik. Jadi virus Covid -19 itu sendiri bisa masuk melalui system pernafasan kita.

 

2 tipe sel di hidung, sel goblet an cilia di hidung memiliki tingkat protein tinggi (ACE2 dan protease TMPRSS2), digunakan corona virus sebagai pintu masuk, menempel pada sel manusia (Wellcome Sanger Institute, Goringen University, University Cote d’Azur, CNRS, Nice).


Nah, ternyata beberapa pakar di Indonesia berupaya mengkaji bahan alami potensial, kekayaan hayati yang dapat menghambat virus dari tanaman penghasil minyak atsiri melalui teknologi nano dengan aromaterapi. Minyak atsiri biasa kita kenal dengan nama essential oil. Jika kalian pernah mengunjungi spa pasti tidak asing dengan essential oil dan aromaterapi.

Aromaterapi itu sendiri adalah merupakan terapi pemulihan dengan menggunakan minyak atsiri  untuk meningkatkan kondisi kesehatan dan psikologis pada covid - 19. Minyak atsiri menstimulasi bagian otak pada sistem limbik yang mempengaruhi emosi. Minyak atsiri pada aromaterapi juga menstimulasi hipotalamus dengan memproduksi senyawa komia serotonin. Aromaterapi juga dapat digunakan untuk mengatasi stress selama pandemi Covid-19.

 

Jadi terapi pemulihan dengan aromaterapi ini bisa kita dapatkan ditempat-tempat  perawatan spa dan tentunya sudah mengikuti protokol kesehatan. Sebagai penikmat pelayanan spa, selama ini hanya berfikir bahwa spa hanya untuk mengatasi tubuh yang lelah menjadi rilleks dan nyaman saja. Jujur saya kaget bercampur senang karena Spa termasuk dalam Pelayanan Kesehatan Tradisional yang sudah ada aturannya.

Dikutip dari penjelasan dr. Wiendra Waworuntu, M. Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI, dalam presentasinya menyebutkan bahwasanya peraturan tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) terdapat dalam UU No.36/2009 tentang Kesehatan.

Ramuan Tradisional dan Spa diatur dalam PP No.103 th 2014 tentang Jenis Pelayanan Kesehatan Tradisional.

Terkait Ramuan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dituangkan pada SE Dirjen Yankes No HK.02.02/IV.2243/2020.

Sementara Pelayanan Kesehatan Spa diatur secara detail pada Permenkes No.8 th 2014. Disebutkan bahwa pelayanan kesehatan Spa adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan secara holistik dengan memadukan berbagai jenis perawatan kesehatan tradisional dan modern yang menggunakan air beserta pendukung perawatan lainnya berupa pijat, penggunaan ramuan, terapi aroma, latihan fisik, terapi warna, terapi musik dan makanan untuk memberikan efek terapi melalui panca indera guna mencapai keseimbangan antara tubuh (body), pikiran (mind), dan jiwa (spirit), sehingga terwujud kondisi kesehatan yang optimal.

Alhamdulillah pemaparan keempat pakar di atas lebih membuka wawasan saya tentang Covid-19 dan bagaimana  cara menghadapinya. Sejatinya kita tidak perlu takut berlebihan tetapi harus tetap waspada. Selalu menjaga kesehatan dengan terus mematuhi protokol kesehatan 3 M yaitu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak. Pentingnya peningkatan imunitas diri dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang, olahraga, tidak merokok, istirahat yang cukup, tidak stress dan mengkonsumsi ramuan atau minuman tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Satu lagi yang harus diingat bahwasanya mendapatkan Vaksin saja tidak Cukup untuk menghadapi Covid-19 ini. Ayo terus tingkatkan Iman, Aman dan Imun bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan kita. Salam Sehat, Indonesia Bisa! 

#VaksinSajaTidakCukup

Sumber :

  • dr. Alexander K.Ginting, Sp.P, Spesialis Paru dan Tim Dokter Kepresidenan - Kabid Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Tatalaksana Covid – 19.
  • Prof.Dr.Mangestuti Agil, Apt.,MS, Guru Besar Farmakognosi Universitas Airlangga, Melawan Virus Covid-19 Dengan kekuatan Rempah Indonesia.
  • dr. Wanarini Aries, sp.KFR, Departemen Rehabilitasi  Medik RSCM, Manfaat Inhalasi Aroma Terapi bagi Kesehatan Saluran Pernafasan.
  • dr. Wiendra Waworuntu, M. Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI, Pelayanan Kesehatan Tradisional Di Masa Pandemi Covid 19.